Jurnal perjalanan / Promo & News

Kebakaran Gunung Lawu 490 Hektare, Candi Cetho Terancam

Kebakaran Gunung Lawu meluas ke 490 hektare, 36 titik api. Jalur pendakian Cetho dan Cemoro Kandang ditutup total, api mendekati Candi Cetho.

Kebakaran Gunung Lawu 490 Hektare, Candi Cetho Terancam
Promo & News / Stevanya Travel Journal
Dalam cerita ini
Baca jugaGunung Lawu Ditutup 13 Oktober 2026: Pendakian Belum DibukaPromo & News

Kebakaran Gunung Lawu di lereng Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, meluas menjadi 490 hektare per Selasa (20/10/2026) sore. Angka itu naik hampir lima kali lipat dari laporan Sabtu lalu yang masih 100 hektare.

Api merayap ke arah puncak Hargo Dumilah dan mendekati kawasan wisata Candi Cetho serta Segoro Gunung di Ngargoyoso. Seluruh jalur pendakian ditutup total, sementara status tanggap darurat Karanganyar masih berlaku.

Ringkas 5 Poin

  1. Luas terbakar 490 hektare per Selasa 20 Oktober sore, naik dari 100 hektare pada Sabtu.
  2. Titik api bertambah dari 10 menjadi 36 berdasarkan pantauan SiPongi.
  3. Semua jalur pendakian ditutup, termasuk via Candi Cetho dan Cemoro Kandang.
  4. Water bombing terkendala kabut dan angin, dari empat sorti hanya sebagian terlaksana.
  5. Pemkab Karanganyar meminta BNPB melakukan modifikasi cuaca.

Status Kebakaran dan Lokasi

ItemDetail
LokasiDesa Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah
Titik api terdeteksiKamis, 15 Oktober 2026
Luas terbakarSekitar 490 hektare per 20 Oktober 2026 sore
Titik api36 titik (data SiPongi), sebelumnya 10 titik
Status daruratTanggap darurat bencana sejak Sabtu, 17 Oktober 2026
Jalur pendakianDitutup total, termasuk Cetho dan Cemoro Kandang
PoskoEmpat titik, satu posko tambahan di Cetho
VegetasiHutan pinus dan alang-alang kering

Angka luas berbeda antar sumber. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut sekitar 230 hektare berdasarkan laporan penanganan, sementara BPBD Karanganyar lewat Kalakhar Sugiharjo memakai hitungan 490 hektare termasuk area bekas terbakar yang masih menyala. Keduanya dirilis pada hari yang sama, Selasa 20 Oktober 2026, jadi pakai angka 490 hektare sebagai patokan terbaru dan cek pembaruan resmi sebelum berangkat.

Api bergerak naik ke Cakra Surya, di bawah Hargo Dumilah. Pantauan drone termal Basarnas pada Senin malam menunjukkan pergerakan ke arah puncak, dan tim darat menyiapkan sekat bakar agar api tidak turun ke permukiman.

Dampaknya buat Kamu

  • Kalau kamu sudah bayar simaksi Lawu, jadwal pendakian batal. Hubungi basecamp jalur yang kamu pilih untuk reschedule, jangan datang dan menunggu di gerbang.
  • Kalau rencanamu wisata budaya ke Candi Cetho, konfirmasi dulu ke pengelola. Jalur pendakian di kawasan itu ditutup total, status kunjungan candi sebagai objek wisata bisa berubah mengikuti arah angin.
  • Kalau kamu naik motor atau mobil melintasi Tawangmangu–Ngargoyoso malam hari, siapkan masker. Asap dan bara kadang terbawa angin sampai jalan desa.
  • Kalau tidak bisa datang, alternatif terdekat yang masih bisa diakses adalah Telaga Sarangan di Magetan atau itinerary Solo 3 hari 2 malam yang seluruh perjalanannya lewat darat.

Cara Menyikapi

Penutupan kini merembet ke jalur lain di lereng Lawu: Bukit Mongkrang ditutup mulai 23 Oktober 2026 meski kondisi jalurnya masih dinyatakan aman. Kalau kamu berencana mendaki akhir pekan ini, anggap semua jalur lereng Lawu sedang tutup sampai ada pengumuman resmi.

  1. Cek kanal resmi BPBD Karanganyar dan akun basecamp jalur Lawu sebelum berangkat.
  2. Tunda pendakian sampai ada pengumuman pembukaan resmi, bukan sekadar kabar dari grup pendaki.
  3. Ikuti arahan petugas di posko, terutama larangan mendekati titik api untuk mengambil foto.
  4. Simpan bukti pembayaran simaksi untuk pengajuan jadwal ulang.
  5. Kalau berada di sekitar lereng, siapkan air bersih cadangan karena pipa warga Gondosuli–Cetho ikut terancam.

Lereng Gunung Lawu saat cuaca cerah, dokumentasi arsip Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Menapak_Kontur_Lereng_Gunung_Lawu-.jpg

Pemadaman udara jadi kendala utama. Dari empat sorti water bombing yang direncanakan Selasa, hanya satu sampai dua yang berhasil karena kabut tebal dan angin kencang memaksa helikopter TNI AU dan TNI AD kembali ke pangkalan. Air diambil dari Waduk Jlantah dan Waduk Gondang. Kebakaran serupa juga masih berjalan di Gunung Sumbing, Wonosobo, sehingga dua kawasan pegunungan Jawa Tengah ditutup bersamaan.

Kalakhar BPBD Karanganyar Sugiharjo menyebut pihaknya sudah bersurat ke BMKG untuk modifikasi cuaca. BPBD Jawa Tengah sebelumnya menyatakan potensi awan hujan di lereng Lawu masih rendah, sehingga hujan buatan belum bisa dijalankan. Relawan juga menemukan cangkul dan bekas tempat pembuatan arang di sekitar titik awal kebakaran, dan Polda Jawa Tengah diminta menyelidiki kemungkinan unsur kesengajaan.

Candi Cetho di lereng Gunung Lawu, Karanganyar Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:DSC00182_Java_Centre_Candi_Cetho_Indouist_temple_Solo_East_(6220088148).jpg

Kebijakan ini bukan lagi soal satu gunung: pada 22 Oktober 2026 Dinas LHK Jawa Tengah meminta seluruh pintu masuk pendakian di provinsi itu ditutup sementara, mencakup Lawu, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Slamet. Rincian surat serta daftar gunungnya kami rangkum di penutupan pendakian gunung Jawa Tengah.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah pendakian Gunung Lawu masih ditutup? Masih. Seluruh jalur pendakian ditutup total per 20 Oktober 2026, termasuk Cetho dan Cemoro Kandang. Belum ada tanggal pembukaan resmi karena kebakaran belum padam.

Apakah Candi Cetho tutup untuk kunjungan wisata? Belum ada surat penutupan khusus untuk candi. Yang dipastikan ditutup adalah jalur pendakian di kawasan Cetho. Konfirmasi ke pengelola sebelum berangkat karena api masih bergerak ke arah Ngargoyoso.

Berapa luas kebakaran dan apakah sudah padam? Sekitar 490 hektare per Selasa sore dengan 36 titik api. Api belum padam, pemadaman darat dan udara masih berjalan bergantung cuaca.

Apa penyebab kebakaran? Belum dipastikan. Relawan menemukan cangkul dan bekas pembuatan arang, dan kepolisian menyelidiki kemungkinan aktivitas manusia.

Kebakaran Ciremai 21 Oktober 2026 menambah daftar gunung Jawa yang jalurnya tertutup akibat karhutla. Rincian titik api dan status pendakiannya ada di gunung Ciremai terbakar 21 Oktober 2026.

Semua informasi bersifat perkembangan per 20 Oktober 2026 pukul 23.30 WIB dan bisa berubah. Foto adalah dokumentasi Candi Cetho dan lereng Gunung Lawu dari arsip Wikimedia Commons, bukan foto kejadian kebakaran. Riset dan pengecekan dilakukan 21 Oktober 2026. Artikel diperbarui 21 Oktober 2026 pukul 01.30 WIB.

Sebelum berangkat

Pertanyaan umum

Apakah pendakian Gunung Lawu masih ditutup?

Masih. Seluruh jalur pendakian ditutup total per 20 Oktober 2026, termasuk via Cetho dan Cemoro Kandang. Belum ada tanggal pembukaan resmi karena kebakaran belum padam.

Apakah Candi Cetho tutup untuk kunjungan wisata?

Belum ada surat penutupan khusus untuk candi. Yang dipastikan ditutup adalah jalur pendakian di kawasan Cetho. Konfirmasi ke pengelola sebelum berangkat karena api masih bergerak ke arah Ngargoyoso.

Berapa luas kebakaran Gunung Lawu dan apakah sudah padam?

Sekitar 490 hektare per Selasa 20 Oktober sore dengan 36 titik api. Api belum padam, pemadaman darat dan udara masih berjalan bergantung cuaca.

Apa penyebab kebakaran Gunung Lawu?

Belum dipastikan. Relawan menemukan cangkul dan bekas pembuatan arang di sekitar titik awal, dan kepolisian menyelidiki kemungkinan aktivitas manusia.