Kuburan Batu Toraja Terbakar 23-24 Oktober 2026, Puluhan Liang
Kuburan batu Toraja di Baruppu terbakar 23-24 Oktober 2026. Puluhan liang terdampak, peti dan kerangka rusak, restorasi disiapkan.

Dalam cerita ini
Karhutla di Kecamatan Baruppu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, menjalar ke tiga kawasan pemakaman leluhur, termasuk kuburan batu Toraja di Pongtimban, pada 23-24 Oktober 2026. Api membakar belasan hingga puluhan liang di tebing, sebagian peti dan kerangka jenazah dilaporkan rusak.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut tim akan mendata kerusakan dan menyiapkan restorasi situs. Hingga 27 Oktober 2026 belum ada pengumuman penutupan objek wisata Tana Toraja, tetapi kawasan Baruppu masih dalam penanganan darurat.
Baca jugaTana Toraja 3 Hari 2 Malam dari Jakarta: Itinerary dan BiayaSulawesiRingkas 5 Poin
- Karhutla di Baruppu, Toraja Utara, membakar tiga kawasan pemakaman leluhur pada 23-24 Oktober 2026.
- Api pertama terlihat di kawasan Pean, lalu menjalar ke Pongtimban, Lombok Rangri, dan Burasia.
- Belasan sampai puluhan liang di tebing terdampak, sejumlah peti dan kerangka rusak.
- Warga menduga api disengaja, polisi mengusut unsur kesengajaan.
- Kementerian Kebudayaan menyiapkan pendataan dan restorasi situs yang terdampak.
Jadwal dan Lokasi
| Item | Detail |
|---|---|
| Kejadian | Jumat malam 23 Oktober sampai Sabtu 24 Oktober 2026 |
| Titik awal | Kawasan Pean, Dusun Salurea Rangri, Kecamatan Baruppu, Toraja Utara |
| Kawasan terdampak | Pongtimban, Lombok Rangri, dan Burasia |
| Jumlah terdampak | Belasan sampai puluhan liang di tiga titik, jumlah pasti masih didata |
| Kerusakan | Sejumlah peti terbakar, kerangka menghitam sampai menjadi abu |
| Pemadaman | Satpol PP dan Damkarmat Toraja Utara, Manggala Agni, KPA, Babinsa, Bhabinkamtibmas, warga |
| Kendala | Akses jalan sulit, kendaraan pemadam tidak bisa masuk ke titik api |
| Status | Penyisiran sisa asap dan pendataan kerusakan per 27 Oktober 2026 |
Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Tana_Toraja,_Lemo_Overview.jpg
Dampaknya buat Kamu
- Kalau kamu sudah memesan tur Toraja, belum ada penutupan objek wisata resmi, tetapi minta operator memastikan rute dan titik kunjungan, terutama yang mengarah ke Kecamatan Baruppu.
- Kalau kamu berkunjung ke situs liang, ingat bahwa liang adalah makam keluarga. Minta izin sebelum mendekat atau memotret, dan jangan memindahkan apa pun dari lokasi.
- Kalau kamu ingin membantu, warga Baruppu yang merantau sepakat menggalang donasi untuk keluarga terdampak, seperti dilaporkan Kompas.com.
- Kalau rencanamu ke Baruppu ditunda, kunjungan bisa diarahkan ke situs pemakaman batu lain di Tana Toraja seperti Lemo, Londa, atau Kete Kesu sambil memantau kabar karhutla.
Cara Menyiapkan Perjalanan ke Baruppu
- Cek status karhutla dan sebaran asap di BMKG serta BPBD Toraja Utara sebelum berangkat.
- Konfirmasi akses jalan ke Baruppu ke pemandu lokal atau kantor kecamatan, karena jalur bisa ditutup saat pemadaman.
- Bawa masker penutup hidung dan air minum cukup, sebab asap karhutla masih bisa bertahan setelah api padam.
- Pilih kendaraan yang sesuai medan. Petugas mencatat akses jalan tidak bisa dilalui mobil pemadam.
- Jangan menyalakan api, membakar sampah, atau meninggalkan puntung rokok di area kering sekitar pemakaman.
- Pantau pengumuman resmi pemerintah daerah sebelum mengunci tanggal dan tiket.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah objek wisata Toraja ditutup akibat kebakaran ini? Hingga 27 Oktober 2026 belum ada pengumuman penutupan objek wisata dari pemerintah daerah. Yang ditangani adalah kawasan pemakaman leluhur di Kecamatan Baruppu, bukan kawasan wisata utama.
Di mana lokasi kebakarannya? Api pertama terlihat di kawasan Pean, Dusun Salurea Rangri, Kecamatan Baruppu, Toraja Utara, lalu menjalar ke Pongtimban, Lombok Rangri, dan Burasia.
Berapa liang dan peti yang terbakar? Petugas menyebut belasan sampai puluhan liang di tiga titik berbeda. Jumlah pasti peti dan liang masih didata bersama keluarga pemilik makam.
Apakah penyebabnya sudah pasti? Warga menduga api disengaja karena ada orang yang terlihat di lokasi sebelum api membesar. Polisi mengusut dugaan kesengajaan, sementara Kementerian Kebudayaan juga menyebut faktor El Nino yang panjang ikut menaikkan risiko kebakaran.
Apakah aman berkunjung sekarang? Untuk kawasan wisata utama Tana Toraja tidak ada larangan resmi, tetapi hindari area pemadaman di Baruppu dan selalu ikuti arahan petugas.
Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Cliffside_Burial,_Kete_Kesu_1379.jpg
Kasus ini bukan yang pertama di musim kemarau 2026. Sebelumnya karhutla juga mendekati situs budaya lain, seperti kebakaran Gunung Lawu yang mengancam Candi Cetho dan karhutla Way Kambas yang menyisakan 40 hektare. Untuk rencana perjalanan yang lebih panjang, susun dulu itinerary Tana Toraja 3 hari 2 malam dari Jakarta supaya rute dan biaya sudah terukur sebelum berangkat.
Sumber: Kompas.com (27 Oktober 2026), detikTravel (27 Oktober 2026), Kompas.id (26 Oktober 2026), Kumparan (26 Oktober 2026), dan CNN Indonesia (27 Oktober 2026). Riset dan pengecekan 27 Oktober 2026.
Diperbarui 27 Oktober 2026 pukul 23.45 WIB.
Sebelum berangkat
Pertanyaan umum
Apakah objek wisata Toraja ditutup akibat kebakaran ini?
Hingga 27 Oktober 2026 belum ada pengumuman penutupan objek wisata dari pemerintah daerah. Yang ditangani adalah kawasan pemakaman leluhur di Kecamatan Baruppu, bukan kawasan wisata utama Tana Toraja.
Di mana lokasi kebakarannya?
Api pertama terlihat di kawasan Pean, Dusun Salurea Rangri, Kecamatan Baruppu, Toraja Utara, lalu menjalar ke Pongtimban, Lombok Rangri, dan Burasia.
Berapa liang dan peti yang terbakar?
Petugas menyebut belasan sampai puluhan liang di tiga titik berbeda. Jumlah pasti peti dan liang masih didata bersama keluarga pemilik makam.
Apakah penyebabnya sudah pasti?
Warga menduga api disengaja karena ada orang yang terlihat di lokasi sebelum api membesar. Polisi mengusut dugaan kesengajaan, sementara Kementerian Kebudayaan menyebut faktor El Nino yang panjang ikut menaikkan risiko kebakaran.
Apakah aman berkunjung sekarang?
Untuk kawasan wisata utama Tana Toraja tidak ada larangan resmi, tetapi hindari area pemadaman di Baruppu dan ikuti arahan petugas di lapangan.


