Gunung Ciremai Terbakar 21 Oktober 2026, Jalur Masih Tutup
Gunung Ciremai terbakar lagi 21 Oktober 2026 di Resor Pasawahan, Kuningan. Api masih menyala 22 Oktober pagi, jalur pendakian tutup sejak 6 September.

Dalam cerita ini
Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu malam 21 Oktober 2026 pukul 20.44 WIB. Titik api berada di Grid 15 M Resor Pasawahan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kuningan.
Hingga Kamis pagi 22 Oktober pukul 07.15 WIB, api masih menyala. Tim gabungan dari TNGC, Brigdalkarhutla Jabalnusra, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, mitra wisata, dan warga sekitar masih memadamkan di lokasi. Luas terbakar belum diumumkan.

Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Taman_Nasional_Gunung_Ciremai_Jawa_Barat.jpg
Baca jugaKebakaran Gunung Lawu 490 Hektare, Candi Cetho TerancamPromo & NewsRingkas 5 Poin
- Api terdeteksi Rabu 21 Oktober 2026 pukul 20.44 WIB di Resor Pasawahan, SPTN Wilayah I Kuningan.
- Koordinat titik api -6.847357, 108.432047, masuk kawasan TNGC berbatasan Desa Seda, Mandirancan.
- Kamis pagi 22 Oktober pukul 07.15 WIB api masih aktif, pemadaman darat masih berjalan.
- Jalur pendakian Ciremai sudah ditutup total sejak 6 September 2026, bukan akibat kebakaran ini.
- Kebakaran ini menambah daftar karhutla TNGC 2026, sebelumnya 14,9 hektare pada Juli dan 46,42 hektare pada September.
Jadwal dan Lokasi
| Item | Detail |
|---|---|
| Waktu deteksi | Rabu, 21 Oktober 2026, 20.44 WIB |
| Lokasi | Grid 15 M Resor Pasawahan, SPTN Wilayah I Kuningan |
| Koordinat | -6.847357, 108.432047 |
| Akses jalur darat | Lewat Desa Seda, Kecamatan Mandirancan |
| Status api | Masih menyala per Kamis 22 Oktober pukul 07.15 WIB |
| Luas terbakar | Belum diumumkan, masih didata |
| Status jalur pendakian | Tutup total sejak 6 September 2026 |
| Titik kedua | Desa Pasayangan, Lebakwangi, kebun bambu 1,5 hektare, sudah padam |
Dampaknya buat Kamu
- Sudah punya rencana mendaki Ciremai: rencana itu belum bisa jalan bukan karena kebakaran ini, tapi karena seluruh jalur ditutup sejak 6 September 2026 tanpa batas waktu.
- Tinggal di Kuningan atau Cirebon: asap bisa mengganggu pernapasan, siapkan masker kalau beraktivitas di luar ruang, terutama pagi hari saat api masih aktif.
- Mau lihat Ciremai dari jauh: pandangan ke gunung dari arah Waduk Darma tetap bisa dinikmati, cukup jaga jarak dari area kawasan dan jangan mendekat ke titik api.
- Kalau pendakian batal: pilih gunung lain yang jalurnya masih dibuka, tetapi cek dulu statusnya karena beberapa gunung Jawa juga sedang ditutup akibat karhutla.
Kronologi Singkat
Petugas TNGC mendeteksi titik api lewat patroli udara Posko Dalkarhut SPTN Wilayah I Kuningan. Koordinator Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Balai TNGC, Eska Nata Suryana, menyebut api terpantau masih menyala di lokasi saat patroli dilakukan.
Masyarakat Peduli Api Silihwangi Majakuning melaporkan titik kebakaran di Pasawahan berbatasan langsung dengan Desa Seda, Kecamatan Mandirancan. Menurut Humas MPA Asep Sonjaya, tim yang turun adalah MPA Mandirancan dan Pasawahan.
Pada malam yang sama, BPBD Jawa Barat mencatat kebakaran kedua di Dusun Kidul, Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi. Api membakar kebun bambu sekitar 1,5 hektare dari total lahan 2 hektare. Lima anggota piket UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan memadamkan dan mendinginkan lokasi dalam sekitar 35 menit. Tidak ada korban jiwa, penyebab kedua kebakaran belum diketahui.
Cara Memantau Status Ciremai
- Buka akun Instagram resmi Balai TNGC untuk pengumuman penutupan dan pembukaan jalur.
- Cek aplikasi MAGMA Indonesia atau kanal PVMBG kalau ingin memastikan status vulkanik, terpisah dari status karhutla.
- Hubungi pengelola jalur atau basecamp sebelum berangkat, jangan berangkat hanya bermodal info lama.
- Simpan bukti pemesanan kalau sudah membayar simaksi, karena penutupan biasanya diikuti kebijakan pengembalian.
- Jangan mencoba jalur tikus atau jalur alternatif selama kawasan ditutup, pendaki ilegal menyulitkan evakuasi.
Kenapa Ciremai Mudah Terbakar
Balai TNGC mencatat kebakaran berulang sepanjang 2026. Pada 21 Juli 2026 api membakar Blok Cirendang, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, seluas sekitar 14,9 hektare. Pada 7 sampai 9 September 2026, kebakaran melanda Blok Simaung, Tegal Bodas, Cileutik, Jalan Maling Situmpuk, dan Panjakroma dengan total 46,42 hektare.
Akumulasi luas terbakar sejak 21 Juli sampai September 2026 mencapai hampir 97,32 hektare. Kepala Balai TNGC Toni Anwar menyebut angin kencang dan medan berbatu membuat api beberapa kali menyala lagi, sementara serasah dan semak kering mempercepat rambatan.
Penyebab utama karhutla nasional menurut data yang dipakai TNGC sekitar 90 persen aktivitas manusia, mulai dari bakar sampah yang merembet sampai kelalaian meninggalkan api di lahan. Karena itu imbauan yang berulang selalu sama: jangan menyalakan api di dalam dan sekitar kawasan hutan.
Kebakaran serupa juga terjadi di gunung lain dalam sepekan terakhir. Kebakaran Gunung Lawu meluas hingga 490 hektare dan menutup tiga jalur, sementara Gunung Sumbing terbakar memaksa 152 pendaki dievakuasi. Di Jawa Timur, pendakian Arjuno-Welirang ditutup sejak 17 Oktober.

Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Danau_Waduk_Darma_dari_puncak_gunung_Ciremai.jpg
Kalau rencana mendaki batal, kebakaran Gunung Latimojong di Sulawesi Selatan juga menutup jalur pada 19 Oktober, jadi pilihan pengganti sebaiknya dicek satu per satu.
Semua informasi bersifat sementara dan bisa berubah, cek kanal resmi sebelum berangkat. Data dirangkum dari Kompas.com dan Kompas Bandung (22 Oktober 2026), Detik Jabar (21 Oktober 2026), Radarcirebon (22 Oktober 2026), Inilahkoran (22 Oktober 2026), serta keterangan Balai TNGC dan BPBD Jawa Barat. Foto adalah dokumentasi kawasan TNGC dari arsip Wikimedia Commons, bukan pengambilan Oktober 2026. Riset 22 Oktober 2026.
Diperbarui 22 Oktober 2026 pukul 12.20 WIB.
Sebelum berangkat
Pertanyaan umum
Apakah jalur pendakian Gunung Ciremai dibuka?
Belum. Seluruh jalur pendakian di kawasan TNGC ditutup sementara sejak 6 September 2026 sampai batas waktu yang belum ditentukan, sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Di mana titik kebakaran Gunung Ciremai 21 Oktober 2026?
Di Grid 15 M Resor Pasawahan, SPTN Wilayah I Kuningan, pada koordinat -6.847357, 108.432047. Lokasinya berbatasan dengan Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, dan diakses lewat desa itu.
Berapa luas hutan Ciremai yang terbakar?
Untuk kejadian 21 Oktober 2026 luasnya belum diumumkan karena masih didata. Sebelumnya, kebakaran 21 Juli 2026 membakar sekitar 14,9 hektare dan kebakaran 7-9 September 2026 mencapai 46,42 hektare.
Apakah wisata di sekitar Ciremai tetap buka?
Kawasan hutan TNGC ditutup untuk aktivitas pendakian. Untuk objek wisata di luar kawasan hutan, statusnya perlu dikonfirmasi ke pengelola masing-masing karena penutupan bisa diperluas mengikuti perkembangan api.



