Karhutla Way Kambas Padam 25 Oktober 2026, 40 Hektare Sisa
Karhutla Way Kambas sisa 40 hektare per 24 Oktober 2026, padam 25 Oktober. Kandang gajah aman, jarak 14 km dari titik api.

Dalam cerita ini
Karhutla Way Kambas menyisakan sekitar 40 hektare area terbakar per Sabtu 24 Oktober 2026, menurut laporan BNPB. Kebakaran yang berlangsung sejak 22 September itu berada di perbatasan areal perusahaan, bukan kawasan Pusat Konservasi Gajah.
BPBD Lampung menyatakan api di lokasi terakhir padam pada Minggu 25 Oktober sebelum hujan lebat turun. Dua versi ini muncul di hari yang sama, jadi status titik api perlu dicek ulang sebelum kamu menyusun rencana ke Lampung Timur.
![]()
Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:TN_Way_Kambas.jpg
Baca jugaGunung Sumbing Padam 24 Oktober 2026, Pendakian Tetap TutupPromo & NewsRingkas 5 Poin
- BNPB mencatat sekitar 40 hektare area TNWK masih terbakar hingga Sabtu 24 Oktober 2026.
- Kebakaran berlangsung sejak 22 September 2026, berlokasi di perbatasan areal PT GGP PG 4.
- Balai TNWK menyebut titik api bukan kawasan inti dan bukan Pusat Konservasi Gajah.
- Kandang gajah jantan di Pusat Latihan Gajah berjarak sekitar 14 kilometer, dipastikan aman.
- Sepanjang 2026 tercatat 21 kejadian kebakaran dengan total sekitar 7.000 hektare terdampak.
Data dan Lokasi
| Item | Detail |
|---|---|
| Lokasi | Desa Rantau Jaya Udik 2, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur |
| Titik awal | Rawa Harjo, merambat ke Sedeng Kerep dan Unguan, Resort Susukan Baru |
| Mulai terbakar | 22 September 2026 |
| Sisa area terbakar | Sekitar 40 hektare per 24 Oktober 2026 (BNPB) |
| Luas dipadamkan 23 Oktober | Sekitar 10,2 hektare |
| Akumulasi 2026 | 21 kejadian, sekitar 7.000 hektare terdampak (Balai TNWK) |
| Vegetasi | Alang-alang dan semak belukar di rawa gambut |
| Jarak ke kandang gajah | Sekitar 14 kilometer dari titik kebakaran |
| Personel | Sekitar 350 orang gabungan BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni |
Pemadaman udara memakai helikopter Sikorsky Black Hawk UH-60L dengan dua sorti water bombing. Di darat, petugas membagi empat tim dan menggelar selang sekitar tiga kilometer karena sumber air berjarak 1,5 kilometer dari titik api.
Operasi modifikasi cuaca dengan Cessna Caravan 208B menyemai 1.000 kilogram natrium klorida pada 24 Oktober, dua sorti di TNWK dan Lampung Barat. Hujan lebat baru turun Minggu siang.
Dampaknya buat Kamu
- Kalau kamu berencana ke Way Kambas minggu ini, konfirmasi dulu ke Balai TNWK. Laporan 24-25 Oktober tidak memuat pengumuman penutupan kunjungan wisata, tetapi status titik api berubah cepat.
- Kalau kamu ikut program gajah di Pusat Latihan Gajah, risikonya rendah. Kandang gajah jantan berjarak sekitar 14 kilometer dari titik kebakaran dan dipastikan tidak terbakar.
- Kalau kamu tinggal di sekitar Lampung Tengah, siapkan masker. Warga Kampung Caba melaporkan asap menebal sejak dua pekan terakhir dan jarak pandang berkurang.
- Kalau perjalananmu bisa digeser, pilih setelah hujan turun beberapa hari. Lahan gambut menyimpan bara di lapisan bawah sehingga api bisa muncul lagi walau permukaan sudah hitam.
Cara Memantau Status Sebelum Berangkat
- Cek kanal resmi Balai Taman Nasional Way Kambas dan BNPB untuk pembaruan titik api.
- Hubungi pengelola atau pemandu lokal H-1 untuk memastikan jalur susur sungai dan safari malam dibuka.
- Pantau prakiraan BMKG Lampung; hujan lokal jadi penentu tercepat padamnya rawa gambut.
- Siapkan masker dan air minum bila tetap berangkat, terutama untuk anak dan lansia.
- Kalau status memburuk, alihkan ke destinasi lain di Lampung dan tunda kunjungan daripada memaksa masuk area asap.

Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gajah_sumatera.jpg
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah kebakaran Way Kambas sudah padam? BNPB melaporkan sekitar 40 hektare masih terbakar per Sabtu 24 Oktober 2026. BPBD Lampung menyatakan api di lokasi terakhir padam Minggu 25 Oktober sebelum hujan lebat, sehingga dua sumber memberi keterangan berbeda di hari yang sama.
Apakah gajah di Way Kambas aman? Kandang gajah jantan di Pusat Latihan Gajah berjarak sekitar 14 kilometer dari titik kebakaran. Kepala Balai TNWK menyatakan area terbakar bukan Pusat Konservasi Gajah, dan BPBD Lampung memastikan tidak ada kandang gajah yang terbakar.
Berapa luas lahan yang terbakar di Way Kambas tahun 2026? Balai TNWK mencatat sekitar 7.000 hektare lahan terdampak dalam 21 kejadian sepanjang Januari sampai Oktober 2026. Angka itu akumulasi kejadian, bukan luas kebakaran yang berlangsung pada 22 September-25 Oktober.
Kalau kamu mau menyusun perjalanan darat ke Lampung, bandingkan dulu Backpacker ke Bali dari Jakarta: Rute Darat dan Biaya 2026 untuk gambaran biaya bus antarpulau, dan cek Waktu Terbaik ke Bromo 2026: Bulan, Jam, dan Cuaca sebagai pembanding pola musim kering gunung dan taman nasional.
Semua harga bersifat kisaran dan bisa berubah, cek ulang sebelum berangkat. Foto: kawasan TN Way Kambas dan gajah Sumatera dari arsip Commons, bukan foto kebakaran 22 September-25 Oktober 2026. Riset 26 Oktober 2026 dari BNPB 24-25 Oktober, Kompas.com 25 Oktober, detikcom 25 Oktober, dan ANTARA 25 Oktober.
diperbarui 26 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB
Sebelum berangkat
Pertanyaan umum
Apakah kebakaran Way Kambas sudah padam?
BNPB melaporkan sekitar 40 hektare masih terbakar per Sabtu 24 Oktober 2026. BPBD Lampung menyatakan api di lokasi terakhir padam Minggu 25 Oktober sebelum hujan lebat turun.
Apakah gajah di Way Kambas aman?
Kandang gajah jantan di Pusat Latihan Gajah berjarak sekitar 14 kilometer dari titik kebakaran. Balai TNWK menyatakan area terbakar bukan Pusat Konservasi Gajah.
Berapa luas lahan terbakar di Way Kambas pada 2026?
Balai TNWK mencatat sekitar 7.000 hektare terdampak dalam 21 kejadian sepanjang Januari sampai Oktober 2026, akumulasi kejadian bukan luas kebakaran terakhir.




