Jurnal perjalanan / Promo & News

Gunung Dukono Erupsi 2 November 2026: 3 Letusan, Abu 950 Meter

Gunung Dukono erupsi tiga kali pada 2 November 2026 dengan kolom abu sampai 950 meter. Pendakian tetap ditutup, radius bahaya 4 km.

Gunung Dukono Erupsi 2 November 2026: 3 Letusan, Abu 950 Meter
Promo & News / Stevanya Travel Journal
Dalam cerita ini

Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, erupsi tiga kali pada Senin, 2 November 2026. Letusan pertama pukul 09.11 WIT memuntahkan kolom abu setinggi 950 meter di atas puncak, disusul dua letusan lain hingga siang.

Status gunung setinggi 1.087 meter itu tetap Level II (Waspada). Badan Geologi meminta warga, pengunjung, dan wisatawan tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer.

Baca jugaGunung Karangetang Erupsi 25 Oktober 2026: Zona Bahaya 2,5 KmPromo & News

Kolom abu Gunung Dukono di Halmahera Utara terlihat dari udara Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Ever_Restless_Mount_Dukono_Erupts_%281222409%29.jpg

Ringkas 5 Poin

  1. Erupsi pertama Senin, 2 November 2026, pukul 09.11 WIT dengan kolom abu 950 meter di atas puncak.
  2. Letusan kedua pukul 09.53 WIT tidak teramati secara visual karena tertutup kabut.
  3. Letusan ketiga pukul 13.38 WIT mengirim kolom abu sekitar 400 meter ke arah barat laut.
  4. Status Gunung Dukono tetap Level II (Waspada) sejak 13 Juni 2008.
  5. Pendakian ditutup total sejak 17 April 2026, termasuk semua jalur dan jasa pemandu.

Jadwal dan Lokasi

ItemDetail
LokasiKabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara
Ketinggian1.087 meter di atas permukaan laut
Letusan 12 November 2026, 09.11 WIT, abu 950 meter, arah barat
Letusan 22 November 2026, 09.53 WIT, kolom tidak teramati, amplitudo 31 mm
Letusan 32 November 2026, 13.38 WIT, abu 400 meter, arah barat laut
StatusLevel II (Waspada) sejak 13 Juni 2008
Radius bahaya4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang
PendakianDitutup total sejak 17 April 2026
Pantauan resmimagma.esdm.go.id dan laporan Pos PGA Dukono

Dampaknya buat Kamu

  • Kalau kamu sudah menyusun rencana mendaki Dukono, batalkan dulu. Larangan berlaku untuk semua jalur masuk, bukan hanya jalur resmi, dan tidak ada pengecualian untuk pendaki berpengalaman.
  • Kalau kamu sedang di Tobelo atau sekitar Halmahera Utara, siapkan masker. Sebaran abu bergerak mengikuti arah dan kecepatan angin, jadi area yang kena bisa berpindah tiap letusan.
  • Kalau kamu terbang ke atau dari Halmahera, cek status penerbangan pagi hari. Pusat penasihat abu vulkanik Darwin mencatat sebaran abu Dukono hingga 8.000 kaki atau sekitar 2.400 meter pada 2 November.
  • Kalau tetap ingin berlibur di Halmahera Utara, pilih kegiatan non-gunung. Wisata bahari dan desa di sekitar Tobelo tidak terpengaruh kawah, tetapi tetap ikuti arahan petugas setempat.

Cara Aman Menyikapi Erupsi Dukono

  1. Cek laporan terbaru Pos PGA Dukono di magma.esdm.go.id sebelum menyusun itinerary.
  2. Jangan mendekati kawah dalam radius 4 kilometer, termasuk untuk berfoto di bibir kawah.
  3. Pakai masker N95 atau penutup hidung dan mulut bila abu turun di wilayah kamu.
  4. Tolak tawaran jalur alternatif dari pemandu mana pun; larangan daerah berlaku untuk semua rute.
  5. Kalau sudah punya tiket pesawat, konfirmasi ulang ke maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Kalau rencanamu beralih ke gunung lain, cek dulu aturan pendakiannya, seperti kuota pendakian Merbabu November 2026 yang dibatasi 75 persen dari normal.

Kasus Mei 2026 jadi pengingat mahal. Menurut BBC News Indonesia, tiga wisatawan meninggal setelah mendaki sampai bibir kawah, padahal pendakian sudah ditutup beberapa pekan sebelumnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat dua warga negara asing ditemukan hanya 20-30 meter dari bibir kawah saat proses pencarian.

Erupsi Dukono memang berulang, bukan kejadian tunggal. Sepanjang Oktober 2026, Pos PGA mencatat letusan pada 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 27, 28, 29, 30, dan 31 Oktober, dengan kolom abu dari tidak teramati sampai 1.200 meter. Pola serupa terjadi di gunung api lain: Anak Krakatau erupsi 3 kali pada 28 Oktober 2026, dan kebakaran Gunung Agung sempat menutup aktivitas di kawasan suci itu.

Sebaran abu vulkanik Gunung Dukono di langit Halmahera, April 2019 Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Dukono_Volcano_ash_cloud%2C_Halmahera_island%2C_Indonesia_-_April_16th%2C_2019_%2846903701634%29.jpg

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah Gunung Dukono masih erupsi? Ya. Gunung Dukono berstatus Level II (Waspada) dan letusan terjadi berulang, termasuk tiga kali pada 2 November 2026.

Bolehkah mendaki Gunung Dukono sekarang? Tidak. Pendakian ditutup total sejak 17 April 2026 melalui surat Dinas Pariwisata Halmahera Utara, dan penutupan ditegaskan lagi pada 8 Mei 2026.

Apakah abu Dukono mengganggu penerbangan? Bisa. Pusat penasihat abu vulkanik Darwin mencatat kolom abu hingga 8.000 kaki pada 2 November 2026, jadi maskapai dapat menyesuaikan rute atau jadwal.

Di mana memantau status terbaru? Di magma.esdm.go.id (Badan Geologi) dan laporan harian Pos PGA Dukono. Untuk kondisi lapangan, ikuti arahan BPBD Halmahera Utara.


Data dalam artikel ini mengacu pada laporan Badan Geologi, Pos PGA Dukono, BNPB, dan pusat penasihat abu vulkanik Darwin per 3 November 2026. Status gunung bisa berubah cepat, cek kanal resmi sebelum berangkat.

Foto utama adalah arsip letusan Gunung Dukono dari Wikimedia Commons, bukan dokumentasi letusan 2 November 2026. Foto kedua adalah sebaran abu Dukono tahun 2019.

Diriset dan diperbarui 3 November 2026 pukul 12.05 WIB.

Sebelum berangkat

Pertanyaan umum

Apakah Gunung Dukono masih erupsi?

Ya. Gunung Dukono berstatus Level II (Waspada) dan letusan terjadi berulang, termasuk tiga kali pada 2 November 2026.

Bolehkah mendaki Gunung Dukono sekarang?

Tidak. Pendakian ditutup total sejak 17 April 2026 melalui surat Dinas Pariwisata Halmahera Utara, dan penutupan ditegaskan lagi pada 8 Mei 2026.

Apakah abu Dukono mengganggu penerbangan?

Bisa. Pusat penasihat abu vulkanik Darwin mencatat kolom abu hingga 8.000 kaki pada 2 November 2026, jadi maskapai dapat menyesuaikan rute atau jadwal.

Di mana memantau status terbaru Gunung Dukono?

Di magma.esdm.go.id (Badan Geologi) dan laporan harian Pos PGA Dukono. Untuk kondisi lapangan, ikuti arahan BPBD Halmahera Utara.