Jurnal perjalanan / Promo & News

Gunung Karangetang Erupsi 25 Oktober 2026: Zona Bahaya 2,5 Km

Gunung Karangetang erupsi 25 Oktober 2026 pukul 19.23 Wita. Status Waspada, radius 1,5 km dan 2,5 km sektoral ditutup untuk wisata.

Gunung Karangetang Erupsi 25 Oktober 2026: Zona Bahaya 2,5 Km
Promo & News / Stevanya Travel Journal
Dalam cerita ini

Jawaban cepat: Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, erupsi Minggu (25/10/2026) pukul 19.23 Wita. Status masih Level II (Waspada), dengan radius 1,5 kilometer dari kedua kawah dan 2,5 kilometer sektoral selatan-barat daya ditutup untuk pendakian maupun aktivitas wisata.

Material pijar terlontar 200 sampai 300 meter ke arah barat laut dari puncak Kawah Utara, lalu diikuti guguran lava ke beberapa lembah. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang mencatat erupsi berlangsung saat laporan dibuat, dan sampai sekarang belum ada laporan korban.

Gunung Karangetang dan Gunung Tamata di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gunung_Tamata_%26_Gunung_Karangetang_Kab._SITARO.jpg

Ringkas 5 Poin

  1. Apa yang terjadi: Gunung Karangetang di Pulau Siau, Sitaro, erupsi Minggu 25 Oktober 2026 pukul 19.23 Wita.
  2. Seberapa besar: Material pijar terlontar 200-300 meter, kolom asap teramati setinggi 1.100 meter.
  3. Ke mana lavanya: Guguran lava mengalir 200-1.000 meter ke lima aliran kali di sektor selatan, barat, dan barat daya.
  4. Status gunung: Tetap Level II Waspada, radius 1,5 kilometer dari Kawah Utara dan Kawah Utama steril.
  5. Dampak ke wisata: Pendakian dan aktivitas di zona bahaya dilarang, wisata pantai di luar radius tetap berjalan.

Jadwal dan Lokasi

ItemDetail
Waktu erupsiMinggu, 25 Oktober 2026, pukul 19.23 Wita
LokasiPulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara
Ketinggian gunung1.784 meter di atas permukaan laut
Lontaran material pijar200-300 meter ke barat laut dari Kawah Utara
Tinggi kolom asapSekitar 1.100 meter, condong ke barat sampai barat laut
Guguran lava sektor selatan200-700 meter
Guguran lava barat dan barat daya700-1.000 meter ke Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, Kali Kiawang
Guguran lava barat laut500-700 meter ke Kali Batuare, Kali Batukole, Kali Malrbuhe
Amplitudo seismogram50 milimeter, durasi sekitar 1 menit 43 detik
StatusLevel II (Waspada)
Radius steril1,5 kilometer dari Kawah Dua dan Kawah Utama
Zona bahaya sektoral2,5 kilometer ke selatan dan barat daya
Tinggi kolom abuTidak teramati

Dampaknya buat Kamu

  • Kalau kamu berencana mendaki Karangetang: batalkan dulu. Petugas Pos Pengamatan menegaskan pendaki dan wisatawan tidak boleh mendekati, tidak mendaki, dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya.
  • Kalau kamu sudah memesan penginapan di Ondong atau Pehe: perjalanan darat dan laut ke Pulau Siau tidak ditutup. Yang dibatasi hanya area kawah dan lembah aliran lava, jadi rencana menginap masih bisa jalan dengan catatan rutin cek info resmi.
  • Kalau kamu menyelam atau snorkeling di Sitaro: spot di sisi timur dan barat pulau berada jauh di luar radius 1,5 kilometer. Tetap konfirmasi ke operator lokal karena arus dan cuaca bisa berubah cepat.
  • Kalau kamu tidak jadi ke Siau: alternatif terdekat ada Bunaken dan Tomohon di daratan Sulawesi Utara, atau menunda ke musim kering berikutnya. Baca juga Bunaken 3 hari 2 malam dari Jakarta.

Cara ke Sana

  1. Terbang ke Bandara Sam Ratulangi Manado dari Jakarta, Surabaya, atau Makassar. Rute Makassar-Manado kini dilayani dua kali sehari, seperti dibahas di artikel TransNusa Makassar-Manado.
  2. Dari Manado, lanjut darat sekitar dua jam ke Pelabuhan Bitung atau Manado, lalu naik kapal cepat menuju Pelabuhan Ondong di Pulau Siau.
  3. Perjalanan laut memakan waktu beberapa jam tergantung jenis kapal dan cuaca. Pada laporan perjalanan 2021, tarif kapal cepat berada di kisaran Rp160.000-Rp290.000 per orang, jadi anggap angka ini sebagai patokan lama dan cek ulang ke operator.
  4. Sesampainya di Ondong, sewa motor atau mobil untuk menuju penginapan. Jangan mendekati sisi kawah, dan ikuti arahan pos pemantauan setempat.
  5. Sebelum berangkat, cek status gunung di kanal PVMBG atau Badan Geologi. BMKG juga sempat mengeluarkan peringatan hujan lebat dan angin kencang untuk Kabupaten Kepulauan Sitaro pada 22-23 Oktober 2026.

Danau Kapeta di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Danau_Kapeta_di_Pulau_Siau,_Kabupaten_Kepulauan_Sitaro.jpg

Untuk pengalaman bawah laut, 7 spot snorkeling Bunaken bisa jadi pembanding harga dan waktu tempuh sebelum kamu memutuskan pindah pulau.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah Gunung Karangetang masih erupsi sampai sekarang? Erupsi tercatat mulai Minggu 25 Oktober 2026 pukul 19.23 Wita dan masih berlangsung saat laporan petugas dibuat. Statusnya tetap Level II Waspada, jadi pantau kanal resmi PVMBG sebelum menyusun rencana.

Apakah wisatawan boleh ke Pulau Siau? Boleh, selama tidak masuk zona prakiraan bahaya. Radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua dan Kawah Utama serta 2,5 kilometer sektoral ke selatan dan barat daya dinyatakan terlarang untuk pendakian dan aktivitas wisata.

Apakah pendakian Gunung Karangetang ditutup? Ya. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang meminta pendaki dan wisatawan tidak mendekati, tidak mendaki, dan tidak beraktivitas di dalam zona bahaya.

Apakah ada penerbangan yang dibatalkan akibat erupsi ini? Tidak ada laporan pembatalan penerbangan dalam laporan erupsi 25 Oktober 2026. Tinggi kolom abu saat kejadian juga tidak teramati, berbeda dengan erupsi yang mengganggu bandara pada September 2026.

Apa bahaya susulan yang perlu diwaspadai? Guguran lava dan awan panas guguran bisa terjadi sewaktu-waktu karena tumpukan material lava sebelumnya belum stabil. Warga di bantaran kali yang berhulu dari puncak juga diminta waspada lahar hujan dan banjir bandang.


Semua harga bersifat kisaran dan bisa berubah, cek ulang sebelum berangkat. Foto: Gunung Karangetang dan Gunung Tamata serta Danau Kapeta di Pulau Siau, dokumentasi Wikimedia Commons. Riset dan pengecekan 26 Oktober 2026. Diperbarui 26 Oktober 2026 pukul 02.45 WIB.

Sebelum berangkat

Pertanyaan umum

Apakah Gunung Karangetang masih erupsi sampai sekarang?

Erupsi tercatat mulai Minggu 25 Oktober 2026 pukul 19.23 Wita dan masih berlangsung saat laporan petugas dibuat. Statusnya tetap Level II Waspada, jadi pantau kanal resmi PVMBG sebelum menyusun rencana.

Apakah wisatawan boleh ke Pulau Siau?

Boleh, selama tidak masuk zona prakiraan bahaya. Radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua dan Kawah Utama serta 2,5 kilometer sektoral ke selatan dan barat daya dinyatakan terlarang untuk pendakian dan aktivitas wisata.

Apakah pendakian Gunung Karangetang ditutup?

Ya. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang meminta pendaki dan wisatawan tidak mendekati, tidak mendaki, dan tidak beraktivitas di dalam zona bahaya.

Apakah ada penerbangan yang dibatalkan akibat erupsi ini?

Tidak ada laporan pembatalan penerbangan dalam laporan erupsi 25 Oktober 2026. Tinggi kolom abu saat kejadian juga tidak teramati, berbeda dengan erupsi yang mengganggu bandara pada September 2026.

Apa bahaya susulan yang perlu diwaspadai?

Guguran lava dan awan panas guguran bisa terjadi sewaktu-waktu karena tumpukan material lava sebelumnya belum stabil. Warga di bantaran kali yang berhulu dari puncak juga diminta waspada lahar hujan dan banjir bandang.