Jurnal perjalanan / Promo & News

Anak Krakatau Erupsi 3 Kali 28 Oktober 2026, Abu Sampai Sebesi

Anak Krakatau erupsi tiga kali pada 28 Oktober 2026 malam. Status Siaga, radius 5 km ditutup, abu sampai Pulau Sebesi, wisata Krakatau dilarang.

Anak Krakatau Erupsi 3 Kali 28 Oktober 2026, Abu Sampai Sebesi
Promo & News / Stevanya Travel Journal
Dalam cerita ini

Jawaban cepat: Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda erupsi tiga kali pada Rabu malam, 28 Oktober 2026, dalam rentang kurang dari satu jam. Statusnya tetap Level III (Siaga) dan radius 5 kilometer dari pusat erupsi masih tertutup untuk semua aktivitas, termasuk wisata.

Letusan terakhir pukul 23.29 WIB berlangsung 573 detik atau sekitar 9 menit 33 detik. Visual letusan tidak teramati karena kamera pengawas di lapangan tidak beroperasi akibat tertutup abu. Abu vulkanik dilaporkan sudah mencapai permukiman Pulau Sebesi, Lampung Selatan.

Baca jugaAnak Krakatau Siaga 11 Oktober 2026: Radius 5 Km DitutupPromo & News

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Anak_krakatau_sebelum_tsunami.jpg

Ringkas 5 Poin

  1. Apa: tiga erupsi Gunung Anak Krakatau pada Rabu malam, 28 Oktober 2026, terekam seismograf.
  2. Kapan: pukul 22.37, 22.42, dan 23.29 WIB, letusan terakhir berdurasi 9 menit 33 detik.
  3. Di mana: Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, dengan abu sampai Pulau Sebesi.
  4. Aturan: status Siaga, radius 5 kilometer ditutup, pulau baru 1 kilometer dilarang.
  5. Wisata: kawasan cagar alam ini bukan objek wisata, mendaki dan snorkeling dilarang.

Jadwal dan Lokasi

ItemDetail
GunungAnak Krakatau, Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan
StatusLevel III (Siaga) sejak 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB
Erupsi pertama22.37 WIB, amplitudo 48 mm, durasi 233 detik
Erupsi kedua22.42 WIB, durasi belum tercatat saat laporan dibuat
Erupsi ketiga23.29 WIB, amplitudo 48 mm, durasi 573 detik (9 menit 33 detik)
Visual letusanTidak teramati, kamera pengawas tertutup abu
Radius larangan5 kilometer dari pusat erupsi
Pulau baruRadius 1 kilometer di sektor barat laut dan tenggara
Sebaran abuPermukiman Pulau Sebesi sejak Senin, 26 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB
Pos pemantauanHargo Pancuran, Rajabasa, Lampung Selatan

Kepala Pos Pengamatan Anak Krakatau Suwarno menyebut pemantauan dilakukan dari dua sisi, Lampung dan Banten. Pada periode 00.00-06.00 WIB Kamis, puncak gunung tertutup kabut, cuaca berawan hingga hujan, dan asap kawah tidak teramati.

Dampaknya buat Kamu

  • Kalau kamu sudah memesan open trip atau sewa perahu ke Krakatau, tunda dulu. Kawasan ini cagar alam dan radius 5 kilometer dari pusat erupsi tertutup untuk semua kegiatan.
  • Kalau akhir pekan ini kamu ke Anyer, Carita, atau pantai lain di Banten, pantainya di luar radius larangan. Tapi abu bisa terbawa angin, jadi bawa masker dan kacamata pelindung.
  • Kalau kamu menyeberang dari Bakauheni atau Merak, pantau informasi resmi ASDP dan BMKG karena abu vulkanik bisa mengganggu jarak pandang di Selat Sunda.
  • Kalau rencanamu batal, panduan biaya sehari ke Anyer bisa jadi bahan pertimbangan untuk memilih tanggal lain, bukan memaksakan berangkat saat abu masih turun.

Cara Aman saat Abu Masih Turun

  1. Pakai masker saat beraktivitas di luar rumah, idealnya N95, dan tambahkan kacamata pelindung. Warga Pulau Sebesi sudah diimbau begitu sejak abu mulai turun.
  2. Jangan masuk radius 5 kilometer dari pusat erupsi, juga radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara.
  3. Pantau laporan resmi PVMBG lewat MAGMA Indonesia, BPBD Lampung, dan BPBD Banten. Jangan berpegang pada tangkapan layar pesan berantai.
  4. Abaikan kabar tsunami yang tidak bersumber dari lembaga resmi. Petugas meminta warga pesisir Lampung dan Banten tetap tenang.
  5. Kalau tetap ingin melihat kawah dari dekat, tunggu status turun dan pakai jasa operator berizin. Cagar alam ini hanya boleh dimasuki dengan izin dan pendampingan.

Pendaki dan wisatawan di kawasan Gunung Anak Krakatau pada peringatan 133 tahun letusan Krakatau Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gunung_Anak_Krakatau_081384368727_WCAI.jpg

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah Anyer dan Carita masih aman dikunjungi? Pantai di Banten berada di luar radius 5 kilometer, jadi tidak masuk zona larangan. Risiko yang perlu diantisipasi adalah abu yang terbawa angin, terutama bila arah angin berubah ke timur atau tenggara.

Apakah wisata ke Pulau Krakatau ditutup? Ya. Balai Konservasi Sumber Daya Alam menegaskan kawasan Anak Krakatau adalah cagar alam, bukan destinasi wisata, dan aktivitas mendaki sampai snorkeling dilarang selama status Siaga.

Apakah erupsi ini berpotensi memicu tsunami? Belum ada peringatan tsunami dari BMKG maupun PVMBG. Petugas Pos Pengamatan meminta warga pesisir tidak mempercayai kabar tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi.

Sampai kapan status Siaga berlaku? Status Siaga berlaku sejak 9 Oktober 2026 dan belum ada jadwal penurunan. Pantau pembaruan resmi PVMBG sebelum menyusun rencana ke pesisir barat Banten atau Lampung.

Sumber: detikSumbagsel dan detikNews (29 Oktober 2026), IDN Times Lampung (29 Oktober 2026), Kompas.com (28-29 Oktober 2026), Liputan6 (27-28 Oktober 2026), Tribunnews (27 Oktober 2026), laporan MAGMA Indonesia/PVMBG, serta pernyataan BKSDA dan Pos Pengamatan Anak Krakatau. Foto: Wikimedia Commons.

Semua harga, jadwal, dan ketentuan bersifat kisaran dan bisa berubah, cek ulang sebelum berangkat.

Riset 30 Oktober 2026. Diperbarui 30 Oktober 2026 pukul 02.45 WIB.

Sebelum berangkat

Pertanyaan umum

Apakah Anyer dan Carita masih aman dikunjungi?

Pantai di Banten berada di luar radius 5 kilometer, jadi tidak masuk zona larangan. Risiko yang perlu diantisipasi adalah abu yang terbawa angin, terutama bila arah angin berubah ke timur atau tenggara.

Apakah wisata ke Pulau Krakatau ditutup?

Ya. Balai Konservasi Sumber Daya Alam menegaskan kawasan Anak Krakatau adalah cagar alam, bukan destinasi wisata, dan aktivitas mendaki sampai snorkeling dilarang selama status Siaga.

Apakah erupsi ini berpotensi memicu tsunami?

Belum ada peringatan tsunami dari BMKG maupun PVMBG. Petugas Pos Pengamatan meminta warga pesisir tidak mempercayai kabar tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi.

Sampai kapan status Siaga berlaku?

Status Siaga berlaku sejak 9 Oktober 2026 dan belum ada jadwal penurunan. Pantau pembaruan resmi PVMBG sebelum menyusun rencana ke pesisir barat Banten atau Lampung.