Jurnal perjalanan / Promo & News

Kebakaran Gunung Agung Padam, 18 Hektar Hutan Terbakar

Kebakaran Gunung Agung di lereng Desa Datah, Karangasem, padam setelah 18 hektar hutan lindung terbakar. Pendakian tutup sampai 5 November 2026.

Kebakaran Gunung Agung Padam, 18 Hektar Hutan Terbakar
Promo & News / Stevanya Travel Journal
Dalam cerita ini

Kebakaran Gunung Agung di lereng Dusun Kedampal, Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali, sudah padam. Total 18 hektar hutan lindung terbakar sejak api muncul Sabtu, 24 Oktober 2026 sekitar pukul 12.00 WITA.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta, memastikan titik api sudah tidak terpantau lagi per Rabu, 28 Oktober 2026. Kerugian materi belum dihitung karena pendataan masih berjalan.

"Kebakaran untuk saat ini sudah padam. Total keseluruhan area yang terbakar hutan lindung Gunung Agung 18 hektar," kata Aditya dalam keterangan tertulis, Rabu.

Baca jugaPendakian Gunung Agung Ditutup Diperpanjang sampai 18 NovemberPromo & News

Ringkas 5 Poin

  1. Kebakaran Gunung Agung di Desa Datah, Karangasem, dinyatakan padam per 28 Oktober 2026.
  2. Luas hutan lindung yang terbakar 18 hektar, vegetasinya cemara, sonokeling, dan ilalang.
  3. Api pertama terlihat Sabtu, 24 Oktober 2026 sekitar pukul 12.00 WITA di lereng Dusun Kedampal.
  4. Titik api di bagian atas sempat tidak terjangkau, warga memadamkan bagian bawah.
  5. Pendakian Gunung Agung tetap ditutup sampai 5 November 2026 karena upacara adat.

Kebakaran dan Lokasi

ItemDetail
LokasiDusun Kedampal, Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali
Waktu kejadianSabtu, 24 Oktober 2026 sekitar pukul 12.00 WITA
Luas terbakar18 hektar hutan lindung
VegetasiPohon cemara, sonokeling, semak belukar, rumput ilalang
Status per 28 Oktober 2026Padam, tanpa titik api
KorbanTidak ada laporan korban jiwa
KerugianBelum dihitung
Jarak dari permukimanTitik api dan asap terpantau jauh dari rumah warga

Dampaknya buat Kamu

  • Kalau kamu berencana naik Gunung Agung, rencananya tetap batal: semua jalur pendakian ditutup sampai 5 November 2026, terlepas dari kebakaran ini.
  • Kalau kamu mau tetap ke Karangasem, objek wisata lain seperti Amed dan Tulamben tidak dilaporkan tutup. Tetap cek kondisi lapangan dan arah angin sebelum berangkat.
  • Kalau kamu penggemar jalur alternatif, jangan coba menembus lereng bekas kebakaran. Medan bekas terbakar rawan longsor dan masih dipantau petugas.
  • Kalau kamu melihat asap atau titik api baru, laporkan ke BPBD Karangasem atau KRPH terdekat, jangan mencoba memadamkan sendiri di bagian atas lereng.

Cara Menyikapi Situasi Ini

  1. Cek status pendakian resmi Gunung Agung sebelum mengatur jadwal, karena penutupan 21 Oktober-5 November 2026 masih berlaku.
  2. Geser rencana pendakian ke setelah 5 November 2026 dan pantau pengumuman pengelola jalur.
  3. Pilih aktivitas lain di Karangasem seperti wisata bahari, atau ubah rute ke destinasi lain di Bali yang tidak terdampak.
  4. Hindari area lereng bekas kebakaran, terutama saat angin kencang dan hujan, karena risiko pohon tumbang.
  5. Simpan nomor BPBD Karangasem dan pos KRPH setempat untuk laporan cepat bila melihat asap.

Gunung Agung saat pagi hari dari sisi timur Bali

Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Suasana_Pagi_dan_Kemegahan_Gunung_Agung.jpg

Kebakaran terjadi saat vegetasi lereng masih kering di penghujung kemarau. Warga bersama Bhabinkamtibmas memadamkan api di bagian bawah lereng, sementara titik api di bagian atas tidak bisa dijangkau karena medan dan akses yang sulit. Tim gabungan lalu memantau dari titik yang dinilai aman.

Pemantauan lanjutan dilakukan KRPH Abang, Tim Reaksi Cepat BPBD Karangasem, Polsek Abang, Bhabinkamtibmas Desa Datah, Kepala Dusun Kedampal, dan Kelompok Tani Hutan Werdi Tunggal. Mereka memastikan kawasan tetap aman pascakebakaran.

Bagi yang tetap ingin berlibur ke Bali, itinerary Bali 5 hari 4 malam dari Jakarta bisa jadi acuan tanpa memasukkan agenda mendaki. Kalau butuh akomodasi hemat, daftar hotel murah di Bali bisa dipakai sebagai pembanding.

Puncak Gunung Agung di ketinggian 3.031 mdpl

Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Summit_Mt._Agung.jpg

Penutupan jalur pendakian sendiri diatur lewat surat edaran pengelola dan imbauan UPTD KPH Bali Timur. Alasannya bukan kebakaran, melainkan Pujawali Purnama Kelima di Pura Pasar Agung. Rincian jadwal dan sembilan jalur yang terdampak ada di artikel pendakian Gunung Agung ditutup.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berapa luas lahan yang terbakar di Gunung Agung? BPBD Karangasem mencatat total 18 hektar hutan lindung terbakar, terdiri dari vegetasi hutan alam seperti cemara, sonokeling, semak belukar, dan rumput ilalang.

Apakah pendakian Gunung Agung tetap ditutup? Ya. Semua jalur pendakian ditutup 21 Oktober sampai 5 November 2026 karena rangkaian Pujawali Purnama Kelima, bukan karena kebakaran.

Apakah ada korban dalam kebakaran ini? Tidak ada laporan korban jiwa. Titik api dan asap terpantau jauh dari permukiman warga, dan kerugian materi belum dihitung.

Semua informasi bersifat perkembangan per 28 Oktober 2026 pukul 22.00 WIB dan bisa berubah. Foto adalah dokumentasi arsip Gunung Agung dari Wikimedia Commons, bukan foto kejadian kebakaran. Riset dan pengecekan dilakukan 28 Oktober 2026. Artikel diperbarui 28 Oktober 2026 pukul 22.00 WIB.

Sebelum berangkat

Pertanyaan umum

Berapa luas lahan yang terbakar di Gunung Agung?

BPBD Karangasem mencatat total 18 hektar hutan lindung terbakar, terdiri dari vegetasi hutan alam seperti cemara, sonokeling, semak belukar, dan rumput ilalang.

Apakah pendakian Gunung Agung tetap ditutup?

Ya. Semua jalur pendakian ditutup 21 Oktober sampai 5 November 2026 karena rangkaian Pujawali Purnama Kelima, bukan karena kebakaran.

Apakah ada korban dalam kebakaran ini?

Tidak ada laporan korban jiwa. Titik api dan asap terpantau jauh dari permukiman warga, dan kerugian materi belum dihitung.