Jurnal perjalanan / Promo & News

Pendakian Gunung Agung Ditutup Diperpanjang sampai 18 November

Pendakian Gunung Agung ditutup diperpanjang sampai 18 November 2026. Semua jalur resmi tutup, cek opsi pengganti dan cara menggeser jadwal.

Pendakian Gunung Agung Ditutup Diperpanjang sampai 18 November
Promo & News / Stevanya Travel Journal
Dalam cerita ini

Pendakian Gunung Agung ditutup diperpanjang sampai Rabu, 18 November 2026. Semula larangan berakhir Kamis, 5 November, kini ditambah 13 hari lewat surat resmi yang dikutip Kompas.com, Selasa (3/11).

Perpanjangan berlaku untuk semua jalur menuju puncak, dari Pura Pasar Agung sampai Pura Besakih. Dasarnya menjaga kesucian kawasan Gunung Agung sekaligus kelancaran Pujawali Purnama Kelima di Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir.

Baca jugaKebakaran Gunung Agung Padam, 18 Hektar Hutan TerbakarPromo & News

Ringkas 5 Poin

  1. Pendakian Gunung Agung ditutup sampai Rabu, 18 November 2026.
  2. Batas lama Kamis, 5 November 2026, jadi ada tambahan 13 hari.
  3. Semua jalur resmi terdampak, termasuk jalur via Edelweis.
  4. Dasarnya Pujawali Purnama Kelima di Pura Pasar Agung Besakih.
  5. Wisatawan diminta tidak memfasilitasi pendakian selama larangan.

Jadwal dan Lokasi

ItemDetail
ObjekSeluruh jalur pendakian Gunung Agung
LokasiKabupaten Karangasem, Bali (jalur Rendang dan Selat)
Awal penutupanRabu, 21 Oktober 2026
Batas semulaKamis, 5 November 2026
Batas baruRabu, 18 November 2026
Tambahan13 hari, total 29 hari sejak 21 Oktober
Dasar perpanjanganSurat resmi yang dikutip Kompas.com, 3 November 2026
Jalur resmi9 jalur, termasuk jalur via Edelweis

Dampaknya buat Kamu

  • Kalau kamu memesan open trip atau pemandu untuk 5 sampai 18 November, minta jadwal ulang atau pengembalian dana sekarang, bukan menunggu H-1.
  • Kalau tanggal liburanmu 6 sampai 18 November, jangan berangkat dengan harapan jalur buka mendadak. Belum ada keterangan resmi bahwa penutupan akan dicabut lebih awal.
  • Kalau kamu sudah di Bali pada periode itu, alihkan agenda ke wisata non-pendakian: kawasan Besakih dari bawah, Amed, Sidemen, atau pantai timur.
  • Kalau tujuan utamamu memang puncak, geser ke tanggal setelah 18 November atau pilih gunung lain yang statusnya buka, lalu cek lagi prakiraan cuaca.

Cara Cek Status Sebelum Berangkat

  1. Konfirmasi langsung ke base camp atau KUPS Pasar Agung dan pemandu jalur Edelweis, jangan hanya percaya pesan grup.
  2. Minta operator menunjukkan surat atau edaran terbaru, bukan tangkapan layar lama.
  3. Catat kebijakan pembatalan saat memesan: reschedule gratis, potongan biaya, atau hangus.
  4. Pantau prakiraan cuaca puncak 2 sampai 3 hari sebelum tanggal berangkat, karena hujan deras sering membatalkan summit trip.
  5. Simpan nomor base camp dan pemandu di ponsel, supaya perubahan status bisa dicek ulang sehari sebelum berangkat.

Gunung Agung dilihat dari sisi timur Bali

Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gunung_Agung_Amed.jpg

Alternatif Kalau Tetap ke Bali

Penutupan ini tidak menghentikan wisata Bali secara umum. Kawasan Pura Besakih tetap bisa dikunjungi dari bawah, begitu juga desa-desa di lereng seperti Rendang dan Sidemen yang dikenal dengan sawah terasering. Kalau kamu ingin tetap mendaki, Gunung Batur biasanya masih menerima pendakian dengan pemandu lokal, tetapi statusnya perlu dicek harian karena cuaca dan aturan pengelola bisa berubah.

Kawasan Gunung Agung juga baru terdampak kebakaran hutan pada akhir Oktober. Api padam 28 Oktober 2026, tetapi 18 hektar hutan sempat terbakar, jadi larangan mendaki saat ini bukan hanya soal adat. Untuk mengatur perjalanan darat di sekitar Karangasem dan Bali timur, siapkan sewa mobil di Bali berikut harga lepas kunci dan sopir.

Kalau rencanamu menyusun ulang liburan, pakai itinerary Bali 5 hari 4 malam dari Jakarta sebagai kerangka, lalu tukar slot pendakian dengan agenda pantai atau budaya. Untuk kedatangan, hitung dulu transfer bandara Ngurah Rai ke Kuta, Seminyak, atau Ubud supaya waktu tidak habis di jalan.

Pura Besakih di lereng Gunung Agung

Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Besakih_Bali_Indonesia_Pura-Besakih-02.jpg

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Sampai kapan pendakian Gunung Agung ditutup? Sampai Rabu, 18 November 2026. Sebelumnya larangan dijadwalkan berakhir 5 November 2026, lalu diperpanjang 13 hari.

Apakah penutupan berlaku untuk semua jalur? Ya. Semua jalur resmi menuju puncak ditutup, termasuk jalur via Pura Pasar Agung, Pura Besakih, dan jalur Edelweis.

Bisakah saya mendaki pada 6 November 2026? Tidak. Tanggal itu masih di dalam masa perpanjangan, jadi pendakian belum diizinkan meski batas lama sudah lewat.

Apa yang harus saya lakukan kalau sudah membayar paket? Hubungi operator atau pemandu, minta reschedule ke tanggal setelah 18 November atau pengembalian dana sesuai kebijakan yang tertulis saat pemesanan.

Apakah wisata selain mendaki tetap buka? Umumnya ya. Kawasan pura, desa lereng, dan pantai timur Bali tetap bisa dikunjungi, tetapi hormati aturan adat selama rangkaian upacara berlangsung.

Jadwal perpanjangan mengacu pada surat resmi yang dikutip Kompas.com terbit 4 November 2026; belum ada pengumuman terpisah yang kami temukan dari KPH Bali Timur, jadi konfirmasi ulang ke base camp. Foto Gunung Agung dari sisi Amed dan kawasan Pura Besakih berasal dari Wikimedia Commons. Riset 4 November 2026. Diperbarui 4 November 2026 pukul 10.40 WIB.

Sebelum berangkat

Pertanyaan umum

Sampai kapan pendakian Gunung Agung ditutup?

Sampai Rabu, 18 November 2026. Sebelumnya larangan dijadwalkan berakhir 5 November 2026, lalu diperpanjang 13 hari.

Apakah penutupan berlaku untuk semua jalur?

Ya. Semua jalur resmi menuju puncak ditutup, termasuk jalur via Pura Pasar Agung, Pura Besakih, dan jalur Edelweis.

Bisakah saya mendaki pada 6 November 2026?

Tidak. Tanggal itu masih di dalam masa perpanjangan, jadi pendakian belum diizinkan meski batas lama sudah lewat.

Apa yang harus saya lakukan kalau sudah membayar paket?

Hubungi operator atau pemandu, minta reschedule ke tanggal setelah 18 November atau pengembalian dana sesuai kebijakan yang tertulis saat pemesanan.

Apakah wisata selain mendaki tetap buka?

Umumnya ya. Kawasan pura, desa lereng, dan pantai timur Bali tetap bisa dikunjungi, tetapi hormati aturan adat selama rangkaian upacara berlangsung.