Gunung Muria Ditutup untuk Pendaki Mulai 27 Oktober 2026
Gunung Muria ditutup untuk pendaki: jalur Kudus dan basecamp Jepara tutup sementara karena siaga karhutla Jawa Tengah, belum ada tanggal buka.

Dalam cerita ini
Jawaban cepat: Gunung Muria ditutup untuk pendaki. Jalur Puncak Natas Angin dan Puncak 29 di Desa Rahtawu, Kudus, serta Basecamp Candi Angin dan Basecamp Puncak 29 di Keling, Jepara, berhenti menerima pendaki sejak 27 dan 28 Oktober 2026. Belum ada tanggal pembukaan.
Penutupan ini bukan karena gunung berstatus bahaya, melainkan karena Jawa Tengah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Muria menyusul Lawu, Sumbing, Sindoro, Slamet, dan sejumlah puncak lain yang lebih dulu ditutup.
Pengelolanya berbeda di dua kabupaten. Jalur di Kudus diurus Pemerintah Desa Rahtawu bersama Perhutani, sedangkan basecamp di Jepara dikelola warga Kecamatan Keling. Keduanya kompak menutup pintu pendakian.
Ringkas 5 Poin
- Jalur Puncak Natas Angin dan Puncak 29 Kudus ditutup per 28 Oktober 2026.
- Basecamp Candi Angin dan Puncak 29 di Keling, Jepara, tutup sejak 27 Oktober 2026.
- Penutupan menindaklanjuti surat DLHK Jateng 21 Oktober soal siaga karhutla.
- Perhutani KPH Pati meminta pengelola menghentikan pemberangkatan pendaki.
- Belum ada batas waktu, pembukaan menunggu evaluasi dan pengumuman resmi.
Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Muria_Mountain_(65420577).jpeg
Jalur dan Basecamp yang Ditutup
| Item | Detail |
|---|---|
| Puncak Natas Angin (Kudus) | Jalur via Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, ditutup sementara |
| Puncak 29 (Kudus) | Jalur via Dukuh Mliro, Desa Rahtawu, ditutup sementara |
| Basecamp Candi Angin (Jepara) | Kecamatan Keling, tutup sejak 27 Oktober 2026 |
| Basecamp Puncak 29 (Jepara) | Kecamatan Keling, tutup sejak 27 Oktober 2026 |
| Jalur Puncak Tunggangan | Basecamp di Dukuh Semliro, Ngelo, ikut aturan penutupan jalur gunung |
| Dasar hukum | Surat DLHK Jateng S/500.4/891/2026 tanggal 21 Oktober 2026 dan Kepgub Jateng 100.3.3.1/237/2026 |
| Instruksi Perhutani | Surat KPH Pati 0998/058.4/PTI/2026 tanggal 22 Oktober 2026 ke Kades Rahtawu dan Kades Tempur |
| Batas waktu | Belum ditentukan, menunggu evaluasi lapangan |
Dampaknya buat Kamu
- Kalau kamu sudah bayar open trip: minta penjadwalan ulang atau pengembalian dana sekarang, jangan menunggu H-1 karena operator juga menunggu kepastian jalur.
- Kalau kamu berencana naik akhir pekan ini: batalkan rencana. Pengelola diminta menghentikan penerimaan dan pemberangkatan pendaki, termasuk lewat jalur alternatif.
- Kalau kamu tetap ke Kudus atau Jepara: yang ditutup hanya jalur pendakian dan basecamp, jadi agenda kota seperti kuliner dan wisata religi tidak ikut terkena.
- Kalau kamu mencari gunung pengganti: cek dulu daftar pendakian gunung Jawa Tengah yang ditutup, karena banyak puncak lain berstatus sama.
Cara Menyikapi Penutupan Ini
- Tunda jadwal pendakian dan jangan mencari jalan tikus. Jalur ilegal justru memperbesar risiko kebakaran dan kecelakaan.
- Hubungi operator atau pengelola basecamp untuk refund dan reschedule.
- Pantau pengumuman Perhutani KPH Pati dan DLHK Jawa Tengah sebelum menyusun tanggal baru.
- Pilih agenda lain di sekitar Kudus dan Jepara yang tidak masuk kawasan hutan lindung.
- Bandingkan juga status gunung lain, misalnya Gunung Sumbing yang sudah padam tetapi pendakian tetap tutup dan Gunung Lawu yang belum dibuka.
Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gunung_muria_sawah_desa_bate_jepara_398.jpg
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah seluruh jalur Gunung Muria ditutup? Jalur resmi di Kudus dan dua basecamp di Jepara ditutup sementara. Pengelola juga diminta memastikan tidak ada pendaki yang masuk lewat jalur alternatif.
Sampai kapan Gunung Muria ditutup? Belum ada tanggal. Pembukaan menunggu evaluasi kondisi lapangan dan pengumuman resmi Perhutani KPH Pati.
Apa penyebab penutupan Gunung Muria? Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah, yang ditetapkan lewat Keputusan Gubernur Jateng dan ditindaklanjuti surat DLHK 21 Oktober 2026.
Apakah basecamp di Jepara juga tutup? Ya. Basecamp Candi Angin dan Basecamp Puncak 29 di Kecamatan Keling ditutup sementara sejak 27 Oktober 2026.
Sumber
- inilahjateng: Cegah Karhutla, Jalur Pendakian Puncak Natas Angin dan Puncak 29 Kudus Ditutup (28 Oktober 2026): https://www.inilahjateng.com/cegah-karhutla-jalur-pendakian-puncak-natas-angin-dan-puncak-29-kudus-ditutup/
- Radar Kudus: Cegah Karhutla, Basecamp Pendakian Puncak 29 dan Candi Angin Ditutup Sementara (27 Oktober 2026): https://radarkudus.jawapos.com/jepara/2610270065/cegah-karhutla-basecamp-pendakian-puncak-29-dan-candi-angin-ditutup-sementara
- Humas Pemprov Jateng: Antisipasi Karhutla Susulan, Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara: https://humas.jatengprov.go.id/detail_berita_gubernur?id=11837
- Perhutani KPH Pati: SOP Basecamp dan Jalur Pendakian Gunung Muria: https://www.perhutani.co.id/perhutani-teken-sop-pendakian-gunung-muria-bersama-pemerintah-desa-rahtawu/
Semua jadwal dan ketentuan bisa berubah, cek pengumuman resmi sebelum berangkat. Foto dari Wikimedia Commons, kredit tercantum di bawah tiap gambar. Data dihimpun 28 Oktober 2026 dari inilahjateng, Radar Kudus, dan Humas Pemprov Jateng. Diperbarui 28 Oktober 2026 pukul 18.50 WIB.
Sebelum berangkat
Pertanyaan umum
Apakah seluruh jalur Gunung Muria ditutup?
Jalur resmi di Kudus dan dua basecamp di Jepara ditutup sementara. Pengelola juga diminta memastikan tidak ada pendaki yang masuk lewat jalur alternatif.
Sampai kapan Gunung Muria ditutup?
Belum ada tanggal. Pembukaan menunggu evaluasi kondisi lapangan dan pengumuman resmi Perhutani KPH Pati.
Apa penyebab penutupan Gunung Muria?
Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah, yang ditetapkan lewat Keputusan Gubernur Jateng dan ditindaklanjuti surat DLHK 21 Oktober 2026.






