Tarif Fulan Fehan 2026: Kemah Rp150 Ribu, Motor Rp8 Ribu
Tarif Fulan Fehan 2026: resmi Rp8 ribu motor dan Rp20 ribu mobil, kemah Rp150 ribu, inap Rp250 ribu. Cek aturan dan jam bukanya.

Dalam cerita ini
Tarif resmi masuk Fulan Fehan menurut Perdes Nomor 6 Tahun 2021 adalah Rp8.000 untuk sepeda motor dan Rp20.000 untuk mobil, sedangkan pejalan kaki tidak dikenai biaya. Angka itu berbeda jauh dari Rp150.000 yang dikeluhkan seorang wisatawan untuk berkemah di kawasan savana di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Keluhan itu disampaikan kreator konten Yudi Tarigan lewat akun Instagram @yuditarigan dan viral pada pekan ini. Selain biaya kemah Rp150.000, ia menyoroti kamar mandi tanpa air, tarif rumah inap Rp250.000 per malam, dan pungutan Rp10.000 yang disebut uang parkir saat ia membeli kopi.
Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Market_at_Festival_Fulan_Fehan.jpg
Ringkas 5 Poin
- Tarif resmi Perdes: motor Rp8.000, mobil Rp20.000, pejalan kaki gratis.
- Tarif provinsi Rp5.000 per pengunjung sudah ada di Perda, belum dijalankan.
- Kemah dikeluhkan Rp150.000 per malam, rumah inap Rp250.000 per malam.
- DPRD Belu menyebut aturan pungutan tumpang tindih, rapat evaluasi 21 Oktober 2026.
- Denda adat sudah dijatuhkan ke pengelola pada Senin, 19 Oktober 2026.
Tarif dan Aturan
| Item | Detail |
|---|---|
| Lokasi | Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, NTT |
| Jarak dari Atambua | Sekitar 26 sampai 29 kilometer, tempuh kurang dari satu jam |
| Dasar tarif kendaraan | Perdes Nomor 6 Tahun 2021, mengacu Perda Kabupaten Belu |
| Tarif sepeda motor | Rp8.000 menurut Disparbud Belu, Rp10.000 menurut DPRD Belu |
| Tarif mobil | Rp20.000 |
| Pejalan kaki | Gratis |
| Tarif provinsi | Rp5.000 per pengunjung, belum berjalan |
| Tarif di data Kemenpar | Rp10.000 sampai Rp15.000 per pengunjung |
| Biaya kemah | Rp150.000 per malam (keluhan wisatawan) |
| Rumah inap | Rp150.000 sampai Rp250.000 per malam |
| Jam operasional | 04.00 sampai 19.00 WIB, menurut data Kemenpar |
| Pengelola | Lembaga adat setempat |
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Belu, Januaria Nona Alo, menyampaikan permohonan maaf dan menyebut tarif masuk mengacu Perdes Nomor 6 Tahun 2021. Ia juga menyatakan evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah denda adat dijatuhkan.
Angka Rp8.000 itu tidak sepenuhnya seragam. Ketua Komisi II DPRD Belu, Edmundus Yakobus Manek, menyebut Perdes yang sama menetapkan motor Rp10.000 dan mobil Rp20.000, sementara Perda Retribusi Pariwisata Provinsi NTT menetapkan Rp5.000 per pengunjung yang belum pernah diterapkan. Data Kementerian Pariwisata lewat Sistem Informasi Pariwisata Nasional mencantumkan tiket Rp10.000 sampai Rp15.000. Sampai kesepakatan baru keluar, siapkan uang tunai lebih dan minta karcis resmi setiap kali membayar.
Dampaknya buat Kamu
- Kalau kamu berkemah, konfirmasi dulu tarif dan ketersediaan air sebelum memasang tenda. Kawasan savana ini kering, dan air harus didatangkan.
- Kalau kamu datang sore untuk foto sunset, cukup bayar tarif kendaraan. Tidak ada tiket per orang yang sah menurut Perdes, jadi simpan bukti pembayaran.
- Kalau kamu memakai jasa travel, tanyakan apakah biaya masuk, kemah, dan air sudah termasuk. Selisih Rp150.000 per malam terasa besar untuk perjalanan 3 hari.
- Kalau tidak jadi berkemah, Fulan Fehan masih bisa dinikmati sebagai kunjungan singkat dari Atambua, lalu lanjut ke destinasi NTT lain seperti rute open trip Flores 5 hari 4 malam.
Cara ke Sana
- Terbang ke Kupang atau Atambua, lalu lanjut darat ke Kecamatan Lamaknen. Dari pusat Kota Atambua jaraknya sekitar 26 kilometer.
- Sewa motor atau mobil di Atambua. Jalannya sudah aspal sebagian besar, tetapi ada segmen rusak dan menanjak.
- Datang pagi atau sore. Savana paling hijau pada musim hujan, dan kabut sering turun mendadak menjelang malam.
- Bawa jaket, air minum, dan uang tunai. Suhu dingin dan angin kencang, sementara jaringan pembayaran digital terbatas.
- Kalau mau bermalam, pastikan pengelola menunjukkan tarif tertulis dan kondisi kamar mandi sebelum membayar.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Berapa tarif masuk Fulan Fehan yang resmi? Menurut Perdes Nomor 6 Tahun 2021, Rp8.000 untuk sepeda motor dan Rp20.000 untuk mobil, sedangkan pejalan kaki gratis. Sebagian pihak menyebut motor Rp10.000, jadi minta karcis resmi agar tidak terjadi selisih.
Kenapa wisatawan membayar Rp150.000? Itu biaya berkemah per malam, bukan tiket masuk. Besarannya tidak tercantum dalam Perdes dan sedang dievaluasi pemerintah daerah bersama lembaga adat.
Apakah ada air dan toilet di lokasi? Ada dua toilet umum menurut data Kemenpar, tetapi pasokan air terbatas. Wisatawan yang berkemah melaporkan harus membeli air sendiri.
Apakah tarif Rp5.000 per pengunjung sudah berlaku? Belum. Tarif itu tercantum di Perda Retribusi Pariwisata Provinsi NTT, namun pelaksanaannya belum berjalan karena kewenangan kawasan berada di Dinas Kehutanan Provinsi NTT.
Kapan waktu terbaik berkunjung? Musim hujan, saat rumput savana hijau dan kabut terbentuk. Untuk perjalanan lanjutan ke Nusa Tenggara, pantau juga peringatan gelombang tinggi 23 sampai 26 Oktober 2026 yang berdampak ke perairan NTT.
Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Likurai_Fulan_fehan.jpg
Untuk yang menyewa motor, Operasi Patuh 2026 Mulai 26 Oktober: 14 Hari Razia di Jalan menjelaskan syarat helm dan STNK yang diperiksa.
Semua harga bersifat kisaran dan bisa berubah, cek ulang sebelum berangkat. Foto lapak festival dan tari Likurai berasal dari arsip Wikimedia Commons edisi Festival Fulan Fehan. Riset dilakukan 25 Oktober 2026 dengan sumber detikTravel, Disparbud Belu, DPRD Belu, dan data Kemenpar. Diperbarui 25 Oktober 2026 pukul 17.10 WIB.
Sebelum berangkat
Pertanyaan umum
Berapa tarif masuk Fulan Fehan yang resmi?
Menurut Perdes Nomor 6 Tahun 2021, Rp8.000 untuk sepeda motor dan Rp20.000 untuk mobil, sedangkan pejalan kaki gratis. Sebagian pihak menyebut motor Rp10.000, jadi minta karcis resmi agar tidak terjadi selisih.
Kenapa wisatawan membayar Rp150.000?
Itu biaya berkemah per malam, bukan tiket masuk. Besarannya tidak tercantum dalam Perdes dan sedang dievaluasi pemerintah daerah bersama lembaga adat.
Apakah ada air dan toilet di lokasi?
Ada dua toilet umum menurut data Kemenpar, tetapi pasokan air terbatas. Wisatawan yang berkemah melaporkan harus membeli air sendiri.
Apakah tarif Rp5.000 per pengunjung sudah berlaku?
Belum. Tarif itu tercantum di Perda Retribusi Pariwisata Provinsi NTT, namun pelaksanaannya belum berjalan karena kewenangan kawasan berada di Dinas Kehutanan Provinsi NTT.
Kapan waktu terbaik berkunjung?
Musim hujan, saat rumput savana hijau dan kabut terbentuk. Untuk perjalanan lanjutan, pantau juga peringatan gelombang tinggi di perairan NTT.





