Stevanya
Menu
Promo & News Wisata

Danau Nyadeng di Merabu Dibuka Kembali Usai Sebulan Tutup

Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu di Kampung Merabu, Berau, kembali dibuka setelah ditutup sejak 24 Agustus 2026 karena Sungai Lesan surut.

StevaniStevani·30 September 2026 · 3 menit baca
Danau Nyadeng di Merabu Dibuka Kembali Usai Sebulan Tutup

panorama kawasan karst Kampung Merabu di Berau Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Panorama_merabu_-_panoramio.jpg

Aktivitas wisata Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan. Kawasan itu ditutup sementara sejak 24 Agustus 2026 karena debit Sungai Lesan, jalur utama menuju kedua destinasi, menyusut drastis akibat kemarau panjang sehingga perjalanan perahu dinilai berisiko. Pengelola Kampung Merabu mengumumkan pembukaan kembali pada Rabu, 23 September 2026 melalui kanal resmi kampung, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menyatakan wisatawan sudah bisa kembali berkunjung selama kondisi lapangan memungkinkan.

Baca jugaLabuan Bajo 3 Hari 2 Malam dari Jakarta: Itinerary dan BudgetNusa Tenggara

5 Poin Penting

  1. Apa yang dibuka: akses wisata ke Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu di Kampung Merabu, kawasan ekowisata berbasis hutan karst di Kabupaten Berau.
  2. Sejak kapan dan sampai kapan: ditutup sementara sejak 24 Agustus 2026 karena Sungai Lesan surut, lalu dibuka kembali lewat pengumuman pengelola pada 23 September 2026, dan berlaku sampai ada pemberitahuan baru bila kondisi alam berubah.
  3. Di mana: Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dijangkau lewat perjalanan darat dari Tanjung Redeb lalu menyusuri sungai.
  4. Bagaimana aksesnya: dari kampung, perjalanan ditempuh dengan perahu ketinting menyusuri Sungai Lesan sekitar 20 sampai 30 menit, lalu trekking hutan sekitar 1,2 kilometer menuju area danau.
  5. Kenapa penting: wisatawan kembali punya pilihan destinasi alam, sementara warga Merabu kembali mendapat pemasukan dari jasa pemandu, perahu, penginapan, dan kuliner yang sempat terhenti.

hutan desa Merabu yang dilalui jalur trekking Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Hutan_Desa_Merabu_-_panoramio.jpg

Cara Merencanakan Kunjungan

  1. Cek status terbaru lewat kanal resmi pengelola Kampung Merabu atau Disbudpar Berau sebelum berangkat. Pada musim kemarau, debit sungai dan risiko kebakaran hutan bisa berubah cepat.
  2. Terbang ke Bandara Kalimarau di Berau. Dari Jakarta, jadwal umumnya transit di Balikpapan atau menyesuaikan rute maskapai, jadi pesan tiket lebih awal.
  3. Lanjutkan perjalanan darat ke Kampung Merabu, lalu ganti moda ke perahu ketinting yang dikelola kelompok sadar wisata setempat.
  4. Siapkan sepatu yang tidak licin dan air minum, karena setelah susur sungai masih ada jalur setapak menembus hutan.
  5. Kalau masih menyusun anggaran perjalanan, hitung dulu ongkos pulang-pergi dan sisakan dana cadangan, dengan pola yang mirip wisata alam dengan akses perahu di kawasan timur Indonesia.
  6. Pilih pemandu atau operator lokal resmi, lalu tanyakan ketentuan retribusi dan aturan kawasan saat memesan.

Pengelola dan Disbudpar Berau menekankan wisatawan menjaga kebersihan serta tidak melakukan aktivitas yang merusak kawasan. Peningkatan kunjungan dinilai harus berjalan seimbang dengan upaya perlindungan lingkungan agar manfaatnya berlanjut bagi warga Merabu.

Semua harga bersifat kisaran dan bisa berubah, cek ulang sebelum berangkat.

Pertanyaan umum

Kapan Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu ditutup dan dibuka kembali?

Ditutup sementara sejak 24 Agustus 2026, lalu pengelola Kampung Merabu mengumumkan pembukaan kembali pada 23 September 2026. Statusnya berlaku sampai ada pemberitahuan baru bila kondisi alam berubah.

Kenapa Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu ditutup?

Debit Sungai Lesan, jalur perahu utama menuju kedua destinasi, menyusut drastis akibat kemarau panjang sehingga perjalanan dinilai berisiko. Situasi itu berlangsung bersamaan dengan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan di Berau.

Apakah kunjungan ke Merabu sudah normal lagi?

Akses wisata sudah dibuka, tetapi kondisi alam tetap berpengaruh. Pengelola dan Disbudpar Berau meminta wisatawan memantau informasi resmi dan tidak memaksakan perjalanan bila kondisi tidak memungkinkan.

Bagikan

Baca juga