Pendaki Hilang di Semeru: Jalur Ditutup 7 November 2026
Dua pendaki hilang di Semeru sejak 2 November 2026. Jalur pendakian ditutup karena status Siaga dan erupsi 7 November 2026.

Dalam cerita ini
Dua pendaki berusia 19 tahun hilang di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, sejak 2 November 2026. Keduanya diduga naik lewat jalur tidak resmi saat pendakian ditutup karena gunung berstatus Siaga.
Tim SAR gabungan mulai menyisir jalur Ranu Pani sampai Ayek-Ayek pada Sabtu (7/11/2026) petang. Sehari sebelumnya, sepeda motor sewaan kedua pendaki ditemukan terparkir di ladang warga dekat Ranu Pani.
Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Mount_Semeru_eruption_view_on_November_19,_2025.jpg
Baca jugaSemeru Erupsi 5 November 2026: Awan Panas 4,5 Km, SiagaPromo & NewsRingkas 5 Poin
- Dua pendaki 19 tahun asal Sidoarjo dan Surabaya hilang sejak 2 November 2026.
- Motor sewaan mereka ditemukan di ladang warga dekat Ranu Pani pada 6 November.
- Laporan resmi diterima SAR Banyuwangi 7 November pukul 14.37 WIB.
- Semeru berstatus Siaga, pendakian ditutup, erupsi 7 November luncurkan awan panas 5,5 km.
- Sembilan personel SAR dibantu TNBTS, polisi, BPBD, dan warga menyisir jalur.
Kronologi Pencarian
| Item | Detail |
|---|---|
| Pendaki | BK (19), Sidoarjo; MWF (19), Surabaya |
| Rencana pendakian | 31 Oktober 2026 |
| Kontak terakhir | 2 November 2026 pukul 21.00 WIB |
| Motor sewaan diambil | Terminal Lumajang, 4 November 2026 |
| Motor ditemukan | 6 November 2026 pukul 13.00 WIB di ladang warga dekat Ranu Pani |
| Laporan ke SAR | 7 November 2026 pukul 14.37 WIB dari RPTN Ranu Pani |
| Titik fokus pencarian | Jalur Ayek-Ayek, Ranu Pani |
| Status gunung | Siaga (Level III), pendakian ditutup |
Data kronologi dihimpun dari keterangan Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa dan Kepala RPTN Ranu Pani. Keduanya menyebut pendakian dilakukan tanpa izin resmi, sehingga tidak ada catatan keberangkatan dan jumlah anggota rombongan di pos pendaftaran.
Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Ranu_Pani_Village.jpg
Erupsi 7 November 2026
| Item | Detail |
|---|---|
| Waktu | Sabtu 7 November 2026 pukul 00.11 WIB, durasi sekitar 6 menit |
| Tinggi kolom letusan | Sekitar 1.000 meter di atas puncak (4.676 mdpl) |
| Amplitudo seismogram | 33 mm |
| Awan panas guguran | 5,5 km ke arah tenggara, menuju Besuk Kobokan |
| Sebaran abu | Condong ke selatan dan barat daya |
| Status | Siaga (Level III) |
| Zona larangan | Radius 13 km dari puncak sepanjang Besuk Kobokan, 500 meter dari tepi sungai |
| Ancaman lahar | Aliran bisa mencapai 17 km dari puncak |
Erupsi ini lebih besar dari letusan 5 November 2026 yang meluncurkan awan panas guguran sejauh 4,5 km. Status Semeru tidak berubah, tetap Siaga, sehingga jalur pendakian belum dibuka lagi. Banjir lahar dingin juga masih menjadi risiko di hilir, seperti yang terjadi awal November lalu saat akses Tumpak Sewu ditutup.
Dampaknya buat Kamu
- Sudah punya jadwal naik Semeru November sampai Desember: batalkan dulu. Selama status Siaga, izin pendakian tidak diterbitkan. Minta pengembalian dana atau reschedule ke operator dan basecamp resmi.
- Sedang berada di Ranu Pani atau Malang: jangan memakai jalur tikus. Pendaki tanpa izin menyulitkan tim SAR menentukan titik awal pencarian dan memperbesar risiko di jalur.
- Tetap ingin naik gunung akhir pekan ini: Bromo masih dibuka untuk wisata meski erupsi, dengan batas aman radius 1 km dari kawah seperti diumumkan BBTNBTS. Baca status wisata Bromo pascaerupsi sebelum berangkat.
- Ingin ikut membantu pencarian: jangan bergerak sendiri. Koordinasi lewat posko SAR di Ranu Pani atau BPBD Lumajang, karena medan dan aktivitas vulkanik masih berubah.
Cara Cek Status Sebelum Mendaki
- Buka magma.esdm.go.id dan cek level aktivitas gunung yang akan didaki hari itu.
- Ikuti kanal resmi Balai Besar TNBTS untuk pengumuman buka-tutup jalur.
- Daftar lewat sistem izin resmi dan simpan bukti pendaftaran, bukan lewat perantara tidak jelas.
- Kabari keluarga soal jalur dan jam turun, lalu bawa pelampung komunikasi darurat.
- Kalau status gunung naik saat kamu di jalur, turun segera dan ikuti arahan petugas.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah pendakian Semeru ditutup sekarang? Ya. Semeru berstatus Siaga (Level III) dan Balai Besar TNBTS menutup aktivitas pendakian. Belum ada tanggal pembukaan kembali.
Kapan kedua pendaki terakhir terhubung? Kontak terakhir 2 November 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Motor sewaan mereka ditemukan 6 November pukul 13.00 WIB di ladang warga dekat Ranu Pani.
Apakah erupsi 7 November berdampak ke Bromo? Tidak. Erupsi terjadi di Semeru, dan kawasan wisata Bromo masih dibuka dengan pembatasan radius 1 km dari kawah.
Apa risiko mendaki tanpa izin? Tidak ada catatan keberangkatan yang bisa dipakai tim SAR, tidak ada pemantauan jumlah pendaki, dan pendaki ilegal bisa dikenai sanksi sesuai aturan taman nasional.
Di mana memantau info resmi? Level gunung di magma.esdm.go.id, pengumuman jalur di kanal Balai Besar TNBTS, dan perkembangan pencarian lewat Basarnas serta BPBD Lumajang.
Semua informasi kondisi gunung dan jalur bisa berubah cepat, cek ulang ke kanal resmi PVMBG dan TNBTS sebelum berangkat. Data dihimpun 8 November 2026 pukul 04.00 WIB dari CNN Indonesia (7/11/2026), Antara (7/11/2026), Liputan6 (7/11/2026), dan detikJatim (7/11/2026). Foto berasal dari arsip Wikimedia Commons dengan keterangan sesuai edisi masing-masing.
Diperbarui 8 November 2026 pukul 08.30 WIB.
Sebelum berangkat
Pertanyaan umum
Apakah pendakian Semeru ditutup sekarang?
Ya. Semeru berstatus Siaga (Level III) dan Balai Besar TNBTS menutup aktivitas pendakian. Belum ada tanggal pembukaan kembali.
Kapan kedua pendaki terakhir terhubung?
Kontak terakhir 2 November 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Motor sewaan mereka ditemukan 6 November pukul 13.00 WIB di ladang warga dekat Ranu Pani.
Apakah erupsi 7 November berdampak ke Bromo?
Tidak. Erupsi terjadi di Semeru, dan kawasan wisata Bromo masih dibuka dengan pembatasan radius 1 km dari kawah.
Apa risiko mendaki tanpa izin?
Tidak ada catatan keberangkatan yang bisa dipakai tim SAR, tidak ada pemantauan jumlah pendaki, dan pendaki ilegal bisa dikenai sanksi sesuai aturan taman nasional.
Di mana memantau info resmi?
Level gunung di magma.esdm.go.id, pengumuman jalur di kanal Balai Besar TNBTS, dan perkembangan pencarian lewat Basarnas serta BPBD Lumajang.



