Jurnal perjalanan / Promo & News

KM Feronia Tenggelam di Komodo 13 Oktober 2026: 29 Selamat

Kapal wisata KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa, TN Komodo, 13 Oktober 2026. 29 orang selamat, satu dive master masih hilang.

KM Feronia Tenggelam di Komodo 13 Oktober 2026: 29 Selamat
Promo & News / Stevanya Travel Journal
Dalam cerita ini

Kapal wisata pinisi KM Feronia terbalik dan tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Taman Nasional Komodo, Selasa (13/10/2026) sore. Dari 30 orang di atas kapal, 29 berhasil dievakuasi selamat dan satu dive master asal Indonesia masih hilang hingga Rabu pagi.

Kapal berangkat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo menuju Pulau Rinca, lalu tenggelam saat perjalanan pulang setelah wisatawan menyelam di Manta Point. Pencarian korban dilanjutkan Rabu (14/10/2026) dengan 16 penyelam dari SAR, TNI AL, dan komunitas selam.

Baca jugaKuota TN Komodo Habis, Kunjungan Dibatasi 500 Orang per HariPromo & News

Ringkas 5 Poin

  1. KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Taman Nasional Komodo, Selasa 13 Oktober 2026 sore.
  2. Kapal mengangkut 30 orang, terdiri dari 25 penumpang dan lima awak kapal.
  3. Sebanyak 29 orang dievakuasi selamat, satu dive master WNI masih hilang.
  4. Korban diduga terjebak di toilet saat kapal terbalik dihantam arus kuat.
  5. Pencarian dilanjutkan Rabu dengan 16 penyelam dari SAR, TNI AL, dan komunitas.

Fakta Singkat Insiden

ItemDetail
Nama kapalKM Feronia, kapal pinisi/open deck diving, bobot 51 GT
WaktuSelasa, 13 Oktober 2026, sekitar 14.30-15.02 WITA
LokasiPerairan Pulau Tatawa, TN Komodo, Manggarai Barat, NTT
RuteMarina Labuan Bajo - Pulau Rinca - kembali ke Labuan Bajo
Penumpang25 penumpang (21 WNA) dan lima awak kapal
Korban29 orang selamat, satu orang hilang
StatusPencarian lanjut Rabu 14 Oktober, penyebab masih diinvestigasi

Kapal jenis open deck diving berbobot 51 GT itu berlayar dari Manta Point menuju Tatawa Besar dengan kecepatan sekitar 10 knot. Saat berjarak sekitar 15 meter dari pusaran arus, nakhoda menurunkan kecepatan menjadi 8 knot, tetapi kapal hilang kendali, berbalik arah, lalu terbalik ke sisi kiri sebelum tenggelam di koordinat 8°31'11.4"S 119°36'02.1"E.

Satu-satunya korban yang belum ditemukan adalah Veronica Beatrix Jessica (23), dive master warga negara Indonesia yang bekerja sebagai pemandu selam. Ia diduga berada di dalam toilet dengan pintu terkunci dari dalam saat kapal mendadak terbalik, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.

Perairan di sekitar lokasi kejadian ditutup sementara. Otoritas pelabuhan menutup lima titik untuk aktivitas wisata pada 19 Oktober 2026; rincian titik dan jamnya ada di penutupan perairan TN Komodo selama operasi SAR.

Dampaknya buat Kamu

  • Kalau kamu punya jadwal diving atau island hopping di Komodo pekan ini, konfirmasi ulang ke operator soal rute, titik selam, dan kondisi arus sebelum berangkat.
  • Kalau kamu memesan paket open trip, tanyakan status Surat Persetujuan Berlayar (SPB), usia kapal, dan kelengkapan alat keselamatan sejak awal.
  • Kalau kamu menyelam di titik berarus seperti Tatawa Besar dan Batu Bolong, ikuti briefing nakhoda dan jangan tinggal sendirian di dalam kabin saat kapal berlayar.
  • Kalau rencanamu batal, alternatifnya pilih kapal berukuran lebih besar dengan dek terbuka, atau ganti ke snorkeling di perairan lebih tenang seperti Pulau Kelor dan Kanawa.

Cara Mengecek Kapal dan Rute Aman di Komodo

  1. Minta operator menunjukkan bukti SPB kapal yang diterbitkan lewat aplikasi Inaportnet.
  2. Tanyakan sertifikat kelaiklautan kapal, yang di Labuan Bajo diperiksa setiap tiga bulan.
  3. Pastikan ada safety briefing sebelum berangkat, termasuk letak pelampung, rakit penolong, dan jalur evakuasi.
  4. Cek maklumat pelayaran terbaru KSOP Labuan Bajo, terutama saat angin di atas 20 knot.
  5. Hindari memaksakan pelayaran malam dan tetap di dek terbuka saat kapal melintasi titik berarus.

KSOP Labuan Bajo mencatat sedikitnya 10 titik perairan berbahaya di kawasan Komodo, yakni Pulau Kelor, Batu Tiga, Selat Molo, Selat Padar, Loh Kima, Pulau Luwu, Pulau Kerangga, Pulau Mauwang, Pulau Tatawa, dan Pulau Siaba Kecil.

Sejumlah kapal wisata berlayar di perairan Taman Nasional Komodo Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Boats_on_the_sea_near_Kelor_Island,_Komodo_National_Park,_Indonesia,_20250825_1724_3294.jpg

Insiden ini menambah daftar kecelakaan kapal wisata di perairan Komodo. Sebelumnya, KSOP Labuan Bajo pernah menutup sementara pelayaran ke Pulau Padar dan kawasan TN Komodo karena gelombang tinggi pada September 2026. Kalau kamu sedang menyusun perjalanan ke kawasan ini, simak panduan Labuan Bajo 3 hari 2 malam dari Jakarta dan perbandingan harga private trip Labuan Bajo.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa penyebab KM Feronia tenggelam? Dugaan awal, kapal terbalik setelah dihantam arus laut kuat dan pusaran di perairan Tatawa Besar. Polisi dan KSOP Labuan Bajo masih mendalami penyebab pastinya, termasuk faktor konstruksi kapal.

Berapa korban dalam insiden kapal Feronia? Dari 30 orang di atas kapal, 29 orang berhasil dievakuasi selamat dan satu orang, dive master Veronica Beatrix Jessica (23), masih dalam pencarian.

Apakah pelayaran ke TN Komodo ditutup setelah insiden ini? Belum ada penutupan resmi menyeluruh. KSOP Labuan Bajo tetap menerbitkan SPB sesuai kelaiklautan kapal dan prakiraan cuaca BMKG, jadi wisatawan sebaiknya memantau maklumat pelayaran harian.

Di mana lokasi tenggelamnya KM Feronia? Di perairan Pulau Tatawa, dekat Batu Bolong, kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Apakah ada wisatawan asing yang jadi korban? Ya, kapal membawa 21 wisatawan asing dari Spanyol, Australia, Austria, Amerika Serikat, China, dan sejumlah negara lain. Seluruh wisatawan asing itu dievakuasi dengan selamat.

Deretan kapal wisata bersandar di Pelabuhan Labuan Bajo Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Labuan_Bajo_Harbour_-_43602513235.jpg

Semua data dalam artikel ini bersifat informasi awal dan bisa berubah mengikuti hasil investigasi resmi, cek ulang sebelum berangkat. Sumber: Kompas.com, detikBali/detikNews, BBC News Indonesia, CNN Indonesia, ANTARA, JamLima.com, DIVE Magazine, dan keterangan KSOP Kelas III Labuan Bajo (riset 14 Oktober 2026). Foto dari Wikimedia Commons. Diperbarui 14 Oktober 2026 pukul 22.55 WIB.

Sebelum berangkat

Pertanyaan umum

Apa penyebab KM Feronia tenggelam?

Dugaan awal kapal terbalik setelah dihantam arus laut kuat dan pusaran di perairan Tatawa Besar. Polisi dan KSOP Labuan Bajo masih mendalami penyebab pastinya, termasuk faktor konstruksi kapal.

Berapa korban dalam insiden kapal Feronia?

Dari 30 orang di atas kapal, 29 orang berhasil dievakuasi selamat dan satu orang, dive master Veronica Beatrix Jessica (23), masih dalam pencarian.

Apakah pelayaran ke TN Komodo ditutup setelah insiden ini?

Belum ada penutupan resmi menyeluruh. KSOP Labuan Bajo tetap menerbitkan SPB sesuai kelaiklautan kapal dan prakiraan cuaca BMKG, jadi wisatawan sebaiknya memantau maklumat pelayaran harian.

Di mana lokasi tenggelamnya KM Feronia?

Di perairan Pulau Tatawa, dekat Batu Bolong, kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Apakah ada wisatawan asing yang jadi korban?

Ya, kapal membawa 21 wisatawan asing dari Spanyol, Australia, Austria, Amerika Serikat, China, dan sejumlah negara lain. Seluruh wisatawan asing itu dievakuasi dengan selamat.