Jurnal perjalanan / Promo & News

Desa Adat Sade Kembali Dikunjungi Wisatawan 28 Oktober 2026

Desa Adat Sade di Lombok Tengah kembali dikunjungi wisatawan dua bulan setelah kebakaran; 55 persen dari 75 rumah adat sudah dibangun ulang.

Desa Adat Sade Kembali Dikunjungi Wisatawan 28 Oktober 2026
Promo & News / Stevanya Travel Journal
Dalam cerita ini

Jawaban cepat: Desa Adat Sade di Rembitan, Lombok Tengah, kembali dikunjungi wisatawan pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kunjungan itu muncul dua bulan setelah kebakaran 22 Agustus 2026 yang menghanguskan puluhan rumah adat Suku Sasak.

Desa Adat Sade lama jadi salah satu tujuan wisata budaya paling ramai di Lombok dan kerap masuk itinerary honeymoon Lombok. Kampung ini dikenal karena rumah adat beratap ilalang, tenun yang dikerjakan langsung oleh perempuan Sade, dan pemandu lokal yang menuturkan adat setempat.

Pemulihan belum selesai. Dari 75 rumah adat yang terdampak, pembangunan ulang baru mencapai 55 persen dan 20 bangunan masih menunggu. Wisatawan tetap diterima, dengan catatan harus menghormati warga yang masih berbenah.

Ringkas 5 Poin

  1. Kunjungan wisatawan ke Desa Adat Sade kembali terlihat pada 28 Oktober 2026.
  2. Kebakaran 22 Agustus 2026 membuat 75 rumah adat terdampak.
  3. Pembangunan ulang baru 55 persen, 20 rumah belum berdiri lagi.
  4. Lokasinya di Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB.
  5. Pemandu lokal tetap menerima tamu, termasuk wisatawan asing.

Rumah adat Sasak beratap ilalang di Desa Adat Sade, Lombok Tengah Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Traditional_Sasak_Village_Sade_houses.JPG

Status Pembangunan dan Kunjungan

ItemDetail
Status kunjunganKembali menerima wisatawan per 28 Oktober 2026
Tanggal kebakaran22 Agustus 2026 malam
Rumah adat terdampak75 unit
Progres pembangunan ulang55 persen
Rumah belum dibangun20 unit
LokasiRembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB
Aktivitas wisataKeliling kampung, melihat tenun, bicara dengan pemandu
Jam buka tercatatSekitar 08.00 sampai 19.00 WITA menurut listing OTA

Dampaknya buat Kamu

  • Kalau kamu sudah punya tiket ke Lombok: Sade masih layak masuk itinerary setengah hari, tetapi jangan berharap kampung terlihat utuh seperti sebelum Agustus.
  • Kalau ingin ikut memulihkan: beli tenun langsung dari perajin di Sade, bukan dari toko di luar kampung, supaya uangnya berputar di warga yang rumahnya masih dibangun.
  • Kalau ingin suasana tenang: datang pagi sebelum rombongan bus wisata, dan cek waktu terbaik ke Lombok lebih dulu. Pemandu biasanya lebih leluasa bercerita dan warga belum sibuk.
  • Kalau tidak jadi ke Sade: kawasan Kuta Mandalika dan pantai di sekitarnya tetap bisa jadi agenda hari yang sama, lalu Sade digeser ke kunjungan berikutnya.

Cara Berkunjung ke Sade

  1. Dari Bandara Lombok (LOP) atau Kuta Mandalika, ambil taksi, ojek daring, atau mobil sewa menuju Rembitan, Kecamatan Pujut. Kalau menginap di Senggigi, hitung ulang jaraknya karena resort Senggigi berada di sisi barat pulau.
  2. Datang pagi. Jam buka yang tercatat di listing OTA sekitar 08.00 sampai 19.00 WITA, tetapi bisa berubah saat warga berbenah.
  3. Sapa pemandu di pintu masuk. Merekalah yang memandu keliling kampung dan menjelaskan adat Sasak.
  4. Siapkan uang tunai untuk kontribusi dan pemandu. Listing OTA menyebut kisaran Rp10.000 sampai Rp30.000 per orang, sementara di lokasi sumbangan bersifat sukarela.
  5. Jangan masuk rumah warga tanpa izin. Sebagian bangunan masih dipakai keluarga yang tengah membangun ulang.

Bale dan halaman Desa Wisata Adat Sade di Rembitan, Lombok Tengah Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Traditional_Sasak_Village_Sade_Bale_Desa_Wisata_Sade.JPG

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah Desa Adat Sade sudah bisa dikunjungi setelah kebakaran? Bisa. Wisatawan mulai kembali pada 28 Oktober 2026, meski pembangunan ulang rumah adat belum tuntas.

Berapa rumah adat yang belum dibangun ulang? Dari 75 rumah yang terdampak, 20 rumah masih menunggu dibangun. Progres keseluruhan 55 persen.

Berapa biaya masuk ke Sade? Listing OTA menyebut kisaran Rp10.000 sampai Rp30.000 per orang dan sifatnya donasi, jadi tarif di lokasi bisa berbeda.

Berapa lama waktu yang perlu disiapkan? Sekitar satu sampai dua jam untuk keliling kampung, melihat tenun, dan berbincang dengan warga.

Sumber

Semua harga bersifat kisaran dan bisa berubah, cek ulang sebelum berangkat. Foto dari Wikimedia Commons, kredit tercantum di bawah tiap gambar. Data dihimpun 28 Oktober 2026 dari pemberitaan ANTARA dan detikTravel. Diperbarui 28 Oktober 2026 pukul 18.50 WIB.

Sebelum berangkat

Pertanyaan umum

Apakah Desa Adat Sade sudah bisa dikunjungi setelah kebakaran?

Bisa. Wisatawan mulai kembali pada 28 Oktober 2026, meski pembangunan ulang rumah adat belum tuntas.

Berapa rumah adat yang belum dibangun ulang di Sade?

Dari 75 rumah yang terdampak, 20 rumah masih menunggu dibangun. Progres keseluruhan 55 persen.

Berapa biaya masuk ke Desa Adat Sade?

Listing OTA menyebut kisaran Rp10.000 sampai Rp30.000 per orang dan sifatnya donasi, jadi tarif di lokasi bisa berbeda.