Jurnal perjalanan / Promo & News

Banjir Pandai Sikek 1 November 2026: 15 Rumah, 15 KK Mengungsi

Banjir Pandai Sikek 1 November 2026 merendam 15 rumah dan membuat 15 KK mengungsi setelah Sungai Batang Pagu-pagu meluap di Tanah Datar, Sumbar.

Banjir Pandai Sikek 1 November 2026: 15 Rumah, 15 KK Mengungsi
Promo & News / Stevanya Travel Journal
Dalam cerita ini

Jawaban cepat: Banjir Pandai Sikek pada Minggu, 1 November 2026, merendam 15 rumah di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sebanyak 15 kepala keluarga mengungsi ke surau dan rumah kerabat setelah Sungai Batang Pagu-pagu meluap.

Hujan berintensitas tinggi juga memicu banjir di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua, Agam, siang tadi. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meninjau lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dalam perjalanan dari Bukittinggi menuju Padang.

Baca jugaLongsor Mandeh 10 Oktober 2026: Akses Wisata Sumbar PutusPromo & News

Ringkas 5 Poin

  1. Luapan Sungai Batang Pagu-pagu menggenangi dua jorong di Pandai Sikek, yaitu Pagu-pagu dan Koto Tinggi.
  2. BPBD Tanah Datar mencatat 15 rumah terendam dan 15 KK mengungsi ke surau serta rumah kerabat.
  3. Gubernur Sumbar menyebut lima rumah terdampak di Jorong Koto Tinggi, dua rusak berat dan tiga rusak ringan.
  4. Banjir di Agam merendam tiga rumah dan 30 hektare sawah, jalan penghubung antarjorong ikut rusak.
  5. BMKG memperingatkan hujan dan gelombang hingga 2,5 meter di perairan Sumbar pada 2 sampai 5 November 2026.

Lokasi dan Data Kerusakan

ItemDetail
LokasiNagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar
WaktuMinggu, 1 November 2026, data BPBD pukul 19.31 WIB
PemicuLuapan Sungai Batang Pagu-pagu setelah hujan deras
Rumah15 unit di Jorong Pagu-pagu dan Koto Tinggi, 15 KK mengungsi
Lahan15 hektare sawah, 20 kolam ikan, 10 saluran irigasi rusak
Versi gubernur5 rumah di Koto Tinggi, 2 rusak berat dan 3 rusak ringan

Pandai Sikek dikenal sebagai sentra ukiran kayu dan tenun songket, sekitar satu jam dari Padang Panjang. Nagari ini berada di koridor yang biasa dilalui pelancong dari Bukittinggi menuju Padang, jalur yang sama dengan perjalanan gubernur saat kejadian.

Pemandangan Nagari Pandai Sikek dan Danau Singkarak

Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pemandangan_Nagari_Pandai_Sikek.jpg

Dampaknya buat Kamu

  • Kalau kamu singgah di Pandai Sikek dua sampai tiga hari ini: sisa lumpur masih ada di badan jalan dan hujan susulan berpotensi. Siapkan waktu ekstra.
  • Kalau rencanamu ke Bukittinggi lewat Padang Panjang: tidak ada laporan penutupan resmi, tetapi luapan sempat menggenangi badan jalan. Cek kondisi jalur pagi hari sebelum berangkat.
  • Kalau kamu lanjut ke Mentawai: gelombang kategori sedang 1,25 sampai 2,5 meter pada 2 sampai 5 November bisa menggeser jadwal kapal penyeberangan. Konfirmasi ke operator sehari sebelumnya.
  • Kalau tanggal tidak bisa diubah: pilih kegiatan darat seperti Batusangkar dan Istano Basa Pagaruyung, lalu hindari bantaran sungai saat hujan turun.

Rencana perjalanan ke dua kota itu bisa disusun lewat panduan Padang 2 hari 1 malam dari Jakarta dan Bukittinggi 3 hari 2 malam dari Jakarta.

Banjir di Agam pada Hari yang Sama

BPBD Agam mencatat banjir di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua, sekitar pukul 13.05 WIB. Tiga rumah terendam dan 30 hektare sawah di Jorong Kubu, Batu Gadang, serta Talao terdampak. Polongan tersumbat lumpur dan sampah membuat air meluap ke badan jalan, dan jalan penghubung Batu Gadang-Kubu ikut rusak. Air surut setelah warga membersihkan polongan.

Peringatan BMKG 2 sampai 5 November 2026

BMKG Maritim Teluk Bayur merilis prakiraan cuaca maritim Sumbar untuk 2 sampai 5 November 2026. Gelombang diperkirakan 0,9 sampai 2,2 meter, dengan potensi gelombang kategori sedang 1,25 sampai 2,5 meter di sejumlah perairan.

PeriodeCuacaGelombang
2 sampai 3 NovemberBerawan hingga hujan ringan0,9 sampai 2,2 meter
3 sampai 4 NovemberBerawan tebal, hujan petir di Barat Siberut1 sampai 2,4 meter
4 sampai 5 NovemberBerawan tebal hingga hujan ringan1 sampai 2,4 meter

Wilayah pantau mencakup perairan Agam-Pasaman Barat, Padang-Padang Pariaman, Pesisir Selatan, serta Pagai, Siberut, dan Sipora. Peringatan dini BMKG 1 sampai 2 November menempatkan Sumbar pada status Waspada hujan sedang hingga lebat.

Suasana permukiman di Nagari Pandai Sikek

Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Suasana_di_Nagari_Pandai_Sikek_04.jpg

Cara Melintas Jalur Sumbar dengan Aman

  1. Cek status jalan ke BPBD Tanah Datar, BPBD Agam, atau kanal resmi Dinas Perhubungan Sumbar sebelum berangkat.
  2. Hindari melintas saat hujan deras dan satu sampai dua jam sesudahnya, karena luapan biasanya naik cepat.
  3. Jangan berhenti di bawah lereng Gunung Singgalang atau di tepi sungai hanya untuk berfoto.
  4. Kalau air menggenangi badan jalan dan arus terlihat deras, putar arah. Jangan memaksa menyeberang.
  5. Simpan nomor darurat 112 dan kontak BPBD setempat, lalu kabari penginapan kalau perjalanan mundur.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah jalur Padang-Bukittinggi ditutup akibat banjir ini? Belum ada laporan penutupan resmi. Luapan sempat menggenangi badan jalan di Pandai Sikek, dan jalan penghubung Batu Gadang-Kubu di Agam rusak. Cek ulang ke BPBD sebelum berangkat.

Berapa rumah yang terendam? BPBD Tanah Datar mencatat 15 rumah terendam di dua jorong, Gubernur Sumbar menyebut lima rumah di Koto Tinggi. Dua angka ditulis apa adanya karena pendataan masih berjalan.

Apakah aman berkunjung ke Bukittinggi, Padang, atau Mentawai pekan ini? Kota Bukittinggi dan Padang tidak dilaporkan terdampak. Risiko ada di jalur menuju nagari terdampak dan bantaran sungai saat hujan, plus gelombang sampai 2,5 meter di perairan Mentawai pada 2 sampai 5 November.

Data dampak bersifat sementara dan bisa berubah mengikuti pendataan BPBD. Sumber: Tribun Padang (1 November 2026), ANTARA Sumbar (1 November 2026), dan BMKG Maritim Teluk Bayur (1 November 2026). Foto dokumentasi Nagari Pandai Sikek oleh Adhmi/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0), bukan dokumentasi kejadian. Riset 1 November 2026.

Diperbarui 1 November 2026 pukul 21.50 WIB.

Sebelum berangkat

Pertanyaan umum

Apakah jalur Padang-Bukittinggi ditutup akibat banjir ini?

Belum ada laporan penutupan resmi. Luapan sempat menggenangi badan jalan di Pandai Sikek, dan jalan penghubung Batu Gadang-Kubu di Agam dilaporkan rusak. Status jalur bisa berubah setelah pendataan, jadi cek ulang ke BPBD sebelum berangkat.

Berapa rumah yang terendam akibat banjir Pandai Sikek?

BPBD Tanah Datar mencatat 15 rumah terendam di dua jorong, sedangkan Gubernur Sumbar menyebut lima rumah di Jorong Koto Tinggi dengan dua rusak berat dan tiga rusak ringan. Dua angka itu ditulis apa adanya karena pendataan masih berjalan dan cakupan jorongnya berbeda.

Apakah aman berkunjung ke Bukittinggi, Padang, atau Mentawai pekan ini?

Kota Bukittinggi dan Padang tidak dilaporkan terdampak banjir ini. Risiko utama ada di jalur menuju nagari terdampak dan di bantaran sungai saat hujan, ditambah gelombang sampai 2,5 meter di perairan Mentawai pada 2 sampai 5 November yang bisa mengganggu jadwal kapal.